Dubai dan Uni Emirat Arab semakin mendekatkan kripto ke aktivitas harian dengan memberi jalur pembayaran yang diatur secara resmi. Langkah ini membuat aset digital tidak lagi berhenti sebagai instrumen investasi, tetapi mulai masuk ke belanja, perjalanan, dan layanan publik.
Bank Sentral Uni Emirat Arab telah menerbitkan Stored Value Facilities atau SVF licence kepada entitas regional Crypto.com, Foris DAX Middle East FZE. Dengan persetujuan itu, Crypto.com menjadi platform kripto pertama yang diizinkan menawarkan layanan pembayaran aset virtual dalam sistem keuangan UEA yang diawasi regulator.
Otoritas juga menyiapkan mekanisme penyelesaian yang jelas untuk setiap transaksi. Pembayaran kripto yang diproses lewat platform tersebut akan dikonversi terlebih dahulu ke dirham UEA atau stablecoin yang didukung dirham dan sudah disetujui, sebelum penyelesaian akhir dilakukan dalam kerangka resmi negara.
Cara kerja ini penting karena menjaga kripto tetap terhubung dengan sistem keuangan yang teratur. Merchant dan institusi tetap menerima dana dalam dirham UEA, sehingga proses akuntansi dan penyelesaian transaksi tetap sesuai aturan.
Arah penggunaan yang makin luas
Setelah lisensi aktif penuh, penggunaan aset digital diperkirakan tidak lagi terbatas pada transaksi tertentu. Crypto.com menyebut integrasi ke depan dapat mencakup biaya layanan pemerintah, pemesanan perjalanan, belanja ritel, pembelian tiket maskapai, dan belanja duty-free.
Sejumlah integrasi lanjutan juga disebut bisa melibatkan Emirates dan Dubai Duty Free. Meski begitu, realisasi kerja sama tersebut masih menunggu tahapan persetujuan regulasi tambahan.
Skema ini membuat kripto masuk ke ruang transaksi yang lebih dekat dengan kebutuhan sehari-hari. Pengguna dapat membayar dengan aset digital, sementara penerima dana tetap berada dalam jalur penyelesaian resmi yang berbasis dirham.
Dorongan ke transaksi nir-tunai
Lisensi baru ini juga memperkuat kemitraan Crypto.com dengan Dubai Finance yang sebelumnya diumumkan dalam Dubai FinTech Summit. Dalam skema itu, warga dan pelaku usaha bisa membayar berbagai layanan pemerintah melalui dompet digital yang terhubung ke Crypto.com.
Alur pembayarannya tetap mengikuti sistem resmi. Kripto langsung diubah menjadi dirham sebelum dana diteruskan ke rekening pemerintah, sehingga aset digital bisa dipakai untuk layanan publik tanpa mengubah fondasi penyelesaian transaksi negara.
Dubai sendiri menargetkan hampir 90 persen seluruh transaksi menjadi non-tunai pada 2026. Otoritas memperkirakan transformasi itu dapat memberi kontribusi hampir AED 8 miliar per tahun bagi perekonomian UEA lewat pertumbuhan fintech dan inovasi digital.
Regulasi dipakai sebagai pengarah pasar
UEA terlihat tidak memilih pendekatan pembatasan total terhadap aset digital. Sebaliknya, negara ini memperluas pengawasan agar pembayaran kripto bisa masuk ke layanan yang lebih luas dengan tetap berada di bawah kendali regulator.
Dubai juga telah membentuk Virtual Assets Regulatory Authority atau VARA untuk mengatur perusahaan kripto dan bisnis blockchain di emirat tersebut. Di tingkat federal, pemerintah UEA menekankan pentingnya aturan yang jelas untuk menarik perusahaan blockchain global sambil menjaga pengawasan keuangan.
Sebelum lisensi ini terbit, adopsi kripto di UEA sebenarnya sudah menjangkau berbagai sektor. Layanan terkait kripto telah hadir di platform financial technology, layanan investasi digital, startup blockchain, bursa aset virtual, solusi pembayaran ritel, transaksi properti, serta sektor pariwisata dan perhotelan.
Posisi Crypto.com di tengah ekspansi itu
Crypto.com sendiri didirikan pada 2016 oleh Kris Marszalek, yang kini menjabat sebagai Chief Executive Officer. Marszalek dikenal sebagai pengusaha teknologi asal Polandia yang sebelumnya berkiprah di sektor fintech, e-commerce, dan teknologi konsumen.
Sebelum membangun Crypto.com, ia ikut mendirikan beberapa startup yang berkaitan dengan perdagangan digital dan pembayaran mobile. Di bawah kepemimpinannya, Crypto.com berkembang menjadi salah satu platform kripto besar dunia dengan layanan perdagangan kripto, dompet digital, sistem pembayaran, dan produk keuangan berbasis blockchain.
Bagi UEA, lisensi ini menjadi sinyal bahwa kripto mulai masuk ke infrastruktur keuangan arus utama melalui mekanisme yang diawasi. Dengan federal yang memperketat pengawasan Bank Sentral terhadap sistem pembayaran terkait kripto dan Dubai memperkuat aturan VARA, pasar aset digital di negara itu kian dibentuk agar teratur dan siap dipakai di dunia nyata.
Source: sundayguardianlive.com