Udinese datang ke Stadio Olimpico dengan rasa percaya diri yang tidak kecil. Mereka membawa catatan tandang yang solid, termasuk tidak kalah dalam lima lawatan terakhir ke markas Lazio, sehingga duel ini sudah lebih dulu terlihat berpotensi berjalan ketat.
Bagi Lazio, situasinya menuntut keseimbangan yang rumit. Di satu sisi, tim ibu kota tetap perlu mengejar poin penuh untuk memperbaiki posisi di urutan sembilan dan menjaga jarak dengan persaingan ke zona Eropa, tetapi di sisi lain tenaga skuad sedang tergerus setelah laga melelahkan melawan Atalanta di semifinal Coppa Italia yang berlanjut hingga 120 menit.
Sarri menyiapkan perubahan besar
Maurizio Sarri disebut akan melakukan rotasi di enam posisi agar para pemain yang baru saja bekerja ekstra tidak kembali dipaksa menanggung beban berat. Keputusan itu menjadi langkah logis di tengah jadwal yang padat, sekaligus cara menjaga intensitas Lazio saat kembali bermain di kandang sendiri.
Pilihan rotasi besar ini juga menunjukkan bahwa Sarri tidak ingin timnya kehilangan ritme hanya karena banyak perubahan. Lazio tetap dituntut tampil agresif dan menguasai tempo pertandingan, karena laga seperti ini bisa bergeser arah jika kontrol permainan menurun.
Lini belakang harus disusun ulang
Perubahan paling nyata ada di sektor pertahanan. Lazio kehilangan Mario Gila yang mengalami cedera pergelangan kaki, sehingga Oliver Provstgaard diproyeksikan turun sejak awal dan berpeluang berduet dengan Alessio Romagnoli di jantung pertahanan.
Situasi serupa juga muncul di sisi bek sayap. Adam Marusic masih diragukan tampil, jadi Manuel Lazzari disiapkan untuk mengisi sisi kanan, sementara Luca Pellegrini berpeluang mengambil alih tugas Nuno Tavares di kiri.
Tengah dan depan ikut terdampak
Kehilangan pemain inti tidak berhenti di belakang. Lazio juga tidak bisa memakai Nicolò Rovella di lini tengah dan Taty Castellanos di lini serang, sehingga Sarri perlu merombak kembali keseimbangan tim dari area tengah hingga depan.
Danilo Cataldi, Toma Basic, dan Kenneth Taylor masuk dalam rencana untuk mengisi lini tengah. Sementara itu, Gustav Isaksen dan Matteo Cancellieri disiapkan sebagai dua tumpuan serangan untuk mencari gol dan menekan pertahanan Udinese.
Udinese membawa modal yang tidak ringan
Meski datang sebagai tim tamu, Udinese bukan lawan yang mudah diredam. Tim asuhan Kosta Runjaic punya modal kuat di laga away, termasuk dua kemenangan tandang beruntun atas Genoa dan AC Milan yang ikut mengangkat kepercayaan diri mereka.
Namun, Udinese juga tidak tampil dengan skuad penuh. Kapten Jesper Karlstrom harus absen karena akumulasi kartu, sedangkan Keinan Davis tidak bisa bermain akibat cedera, dua kondisi yang tentu memengaruhi pilihan taktik mereka.
Pertemuan yang cenderung rapat
Jarak kedua tim di klasemen juga membuat pertandingan ini terasa penting. Udinese berada empat poin di bawah Lazio dan masih menjaga ambisi untuk masuk ke jalur persaingan menuju sepuluh besar.
Absennya Keinan Davis menjadi catatan tersendiri bagi tim tamu. Data yang beredar menunjukkan rata-rata poin Udinese turun menjadi 0,7 per pertandingan saat sang penyerang tidak tersedia, angka yang memberi gambaran betapa besar pengaruhnya di lini depan.
Riwayat pertemuan keduanya pun mendukung perkiraan laga yang ketat. Duel terakhir pada Desember berakhir 1-1, dan dalam 12 pertemuan terakhir di Serie A, Lazio dan Udinese kerap bermain seimbang tanpa selisih besar.