Tudingan Berat Merih Demiral Usai Al Ahli Takluk, Keputusan Wasit Kembali Dipersoalkan

Persaingan Al Ahli dan Al Nassr kembali memanas, bukan hanya karena hasil akhir pertandingan, tetapi juga karena keputusan wasit yang memicu protes keras dari Merih Demiral. Bek asal Turki itu menilai timnya dirugikan setelah Al Ahli kalah 0-2 dalam lanjutan Saudi Pro League, terutama karena insiden tekel keras Kingsley Coman terhadap dirinya tidak berujung kartu merah.

Kekecewaan Demiral langsung terdengar jelas seusai laga. Ia menilai kepemimpinan wasit terlalu sering mengarah pada keuntungan bagi Al Nassr, dan menurutnya insiden di lapangan memperlihatkan standar penilaian yang tidak konsisten dari awal hingga akhir pertandingan.

Demiral soroti tekel Coman

Salah satu momen yang paling memantik emosi Demiral terjadi saat dirinya menjadi sasaran tekel keras dari Kingsley Coman. Pelanggaran itu tidak menghasilkan kartu merah, dan situasi tersebut membuat kubu Al Ahli merasa ada keputusan yang tidak seimbang.

Demiral kemudian berbicara dengan nada tinggi setelah pertandingan dan mempertanyakan alasan wasit tidak mengambil hukuman yang lebih berat. Ia menilai bagian kaki yang menjadi sasaran tekel sudah cukup menjadi bukti bahwa pelanggaran itu layak mendapat sanksi lebih tegas.

“Keputusan wasitnya gila, demi Tuhan. Lihatlah kaki saya! Keputusan selalu menguntungkan Al Nassr,” kata Demiral.

Ucapan itu menunjukkan betapa besar frustrasi yang dirasakan pemain berusia 26 tahun tersebut. Bagi Demiral, persoalannya bukan sekadar satu insiden, melainkan pola yang ia anggap berulang ketika Al Nassr bermain.

Sorotan terhadap Al Nassr makin besar

Selain mengkritik keputusan pengadil lapangan, Demiral juga menyinggung pandangan bahwa Al Nassr kerap memperoleh dorongan dalam persaingan gelar. Ia menyebut kondisi seperti itu sulit diterima, apalagi ketika timnya merasa dirugikan dalam laga yang punya pengaruh besar terhadap posisi klasemen.

“Setiap musim mereka didorong untuk meraih gelar. Jujur saja, ini tak terbayangkan,” ujarnya.

Pernyataan tersebut ikut memperpanjang perdebatan di sekitar duel Al Ahli dan Al Nassr. Kemenangan Al Nassr di lapangan akhirnya tidak hanya meninggalkan tiga poin, tetapi juga memunculkan kembali tudingan soal keputusan wasit yang dianggap menguntungkan salah satu tim.

Keluhan yang bukan pertama kali muncul

Kritik Demiral juga memperlihatkan bahwa keluhan soal kepemimpinan wasit bukan hal baru dari kubu Al Ahli. Sebelumnya, Ivan Toney dan Galeno juga sempat melontarkan sindiran terhadap keputusan wasit yang dinilai lebih menguntungkan Al Nassr.

Rangkaian komentar itu membuat tensi antarkubu semakin terasa. Persaingan kedua tim tidak lagi berhenti pada urusan hasil pertandingan, tetapi juga berkembang menjadi debat soal persepsi terhadap keputusan wasit yang ikut membentuk narasi besar di luar lapangan.

Dampak pada perebutan klasemen

Kekalahan ini membuat Al Ahli semakin tertinggal dalam perburuan poin. Sebaliknya, Al Nassr memperkuat posisinya di papan atas dan menambah tekanan bagi para pesaing mereka dalam persaingan gelar.

Al Nassr disebut kini memimpin dengan keunggulan delapan poin atas Al Hilal. Dalam situasi seperti itu, setiap kemenangan menjadi sangat penting, termasuk hasil atas Al Ahli yang bisa berpengaruh besar terhadap arah perebutan juara.

Atmosfer panas di luar lapangan

Pertandingan ini juga memunculkan ketegangan di tribun penonton. Suporter Al Ahli sempat mengejek Cristiano Ronaldo dengan menyinggung minimnya trofi sang bintang di Arab Saudi, meski Al Ahli baru saja meraih gelar Liga Champions Asia untuk kedua kalinya secara beruntun.

Ronaldo membalas ejekan itu dengan menyebut pencapaiannya di Eropa. “Saya punya lima gelar juara Liga Champions,” kata penyerang Al Nassr tersebut.

Situasi di lapangan dan di tribun memperlihatkan bahwa duel Al Nassr kontra Al Ahli membawa bobot lebih dari sekadar tiga poin. Rivalitas, emosi, dan kontroversi wasit kembali menjadi bagian utama dari cerita pertandingan yang meninggalkan banyak perdebatan setelah peluit akhir berbunyi.

Exit mobile version