Percakapan tingkat tinggi antara Donald Trump dan Xi Jinping kembali memunculkan satu pola yang sama: politik domestik Amerika Serikat ikut dibawa masuk ke panggung hubungan dengan China. Trump memakai unggahannya di Truth Social untuk menyerang Joe Biden, sambil menggambarkan pembicaraannya dengan Xi sebagai momen yang menegaskan kritiknya terhadap kondisi Amerika.
Dalam unggahan itu, Trump menyebut Xi sempat mengatakan Amerika Serikat sedang mengalami kemunduran. Ia lalu menafsirkan pernyataan tersebut sebagai sindiran atas apa yang disebutnya sebagai “kerusakan luar biasa” selama empat tahun pemerintahan “Sleepy Joe Biden” dan kebijakan administratif Biden.
Pertemuan Trump dan Xi berlangsung pada Kamis malam. Menurut The Hill, Trump mengatakan dirinya dan Xi sama-sama menyalahkan Biden dalam pembicaraan tersebut, meski ia tidak memberi rincian lebih jauh tentang konteks pernyataan Xi yang dimaksud.
Trump kemudian menguraikan daftar panjang persoalan yang, menurut dia, membuat Amerika Serikat menderita. Ia menyebut perbatasan terbuka, pajak tinggi, transgender untuk semua orang, pria dalam olahraga wanita, DEI, kesepakatan perdagangan yang buruk, dan kejahatan yang merajalela.
Di sisi lain, Xi justru sebelumnya mengangkat pertanyaan yang lebih besar soal arah hubungan kedua negara. Ia mempertanyakan apakah Amerika Serikat dan China bisa keluar dari “jebakan Thucydides”, istilah yang merujuk pada teori bahwa perang dapat muncul ketika kekuatan yang sedang bangkit mengancam menggantikan kekuatan yang sudah mapan.
Pernyataan Xi itu tidak berdiri sendiri. Pada 2021, Xi juga pernah mengatakan bahwa “Timur sedang bangkit dan Barat sedang menurun”, kalimat yang menunjukkan cara Beijing memandang perubahan keseimbangan kekuatan global.
Gedung Putih tidak memberikan klarifikasi atas kutipan yang dirujuk Trump dalam unggahannya. Kondisi itu membuat pernyataan Trump tetap dibiarkan terbuka, tanpa penjelasan resmi dari pihak pemerintahan Amerika Serikat.
Trump kemudian menambahkan bahwa Xi tidak sedang merujuk pada kebangkitan luar biasa Amerika Serikat selama 16 bulan di bawah pemerintahannya. Ia mengaitkan klaim itu dengan sejumlah langkah, termasuk operasi militer di Venezuela dan perang dengan Iran.
Rangkaian komentar tersebut memperlihatkan bagaimana pembicaraan AS-China tetap sarat pesan politik dari dalam negeri Amerika. Pada saat yang sama, Xi terus menempatkan hubungan kedua negara dalam bingkai persaingan kekuatan besar yang jauh lebih luas.
Source: news.detik.com