Malam penutup musim di Giuseppe Meazza tidak sekadar menghadirkan laga Inter Milan melawan Verona. Di stadion yang sudah dipenuhi suasana juara, pertandingan itu berubah menjadi panggung emosi campur aduk karena pesta gelar ganda tetap berjalan meski skor akhir hanya 1-1.
Inter datang ke laga terakhir dengan status yang sudah aman sebagai juara Serie A dan Coppa Italia. Karena itu, hasil imbang melawan Verona tidak mengubah apa pun terhadap perayaan yang sudah menunggu, termasuk penyerahan trofi dan parade bus terbuka keliling Kota Milan setelah pertandingan.
Penghormatan untuk legenda dan awal laga yang tegang
Sebelum bola digulirkan, Inter memberikan penghormatan kepada Evaristo Beccalossi. Legenda klub itu meninggal dunia awal bulan ini, dan momen hening sejenak membuat suasana Meazza terasa lebih emosional.
Setelah itu, Inter langsung mengambil kendali permainan. Sejumlah peluang tercipta, tetapi Lorenzo Montipo tampil sigap untuk menggagalkan upaya Lautaro Martinez dan Henrikh Mkhitaryan.
Gol cepat yang sempat memberi harapan
Inter akhirnya memecah kebuntuan pada awal babak kedua. Gol itu lahir dari situasi sepak pojok yang mengenai kepala Ange-Yoan Bonny sebelum bola berubah menjadi gol bunuh diri Andrias Edmundsson.
Keunggulan tersebut membuat Inter berada di jalur yang tepat untuk menutup malam pesta dengan kemenangan. Lautaro Martinez sempat mendapat peluang untuk memperbesar jarak, tetapi Montipo kembali melakukan penyelamatan penting bagi Verona.
Verona mencuri hasil di menit akhir
Saat laga tampak akan berakhir untuk kemenangan tuan rumah, Verona memberi kejutan pada masa injury time. Kieron Bowie lolos dari jebakan offside, lalu menaklukkan Yann Sommer dengan tembakan kaki kiri ke sudut bawah gawang.
Gol itu membuat skor menjadi 1-1 dan bertahan sampai peluit akhir dibunyikan. Bagi Inter, hasil tersebut tidak menghapus atmosfer perayaan yang sudah terbentuk sejak awal malam di Meazza.
Trofi, parade, dan nuansa perpisahan
Sesudah pertandingan, para pemain Inter menerima trofi Serie A 2025/2026. Dari sana, rangkaian pesta berlanjut ke parade bus terbuka yang melintasi Kota Milan bersama para pendukung yang merayakan gelar ganda.
Di tengah euforia itu, tribun Meazza juga memberikan standing ovation kepada Matteo Darmian. Bek berpengalaman tersebut disebut akan meninggalkan klub setelah sembilan tahun membela Inter.
Beberapa nama lain juga dikabarkan berpeluang hengkang pada akhir musim, termasuk Stefan de Vrij, Francesco Acerbi, Davide Frattesi, dan Raffaele Di Gennaro. Karena itu, malam juara di Milan tidak hanya dipenuhi perayaan, tetapi juga terasa seperti momen perpisahan bagi sebagian pemain senior.
Meski tidak menutup musim dengan kemenangan, Inter tetap mengakhiri kompetisi domestik dengan dua trofi utama. Laga kontra Verona menjadi bagian kecil dari malam yang sudah lebih dulu berubah menjadi perayaan besar di Giuseppe Meazza.
Source: www.beritasatu.com




