Trofi Ke-10 Coppa Italia Milik Inter, Chivu Langsung Bikin Juventus Terdekat Waswas

Trofi Coppa Italia kembali menjadi milik Inter Milan, tetapi kemenangan 2-0 atas Lazio di Stadion Olimpico juga membawa pesan yang lebih besar. Hasil itu menegaskan bahwa musim debut Cristian Chivu langsung berujung gelar ganda, setelah sebelumnya Nerazzurri sudah lebih dulu mengamankan Serie A.

Inter tidak memberi banyak ruang bagi Lazio untuk berkembang pada laga final tersebut. Sejak awal pertandingan, tim Biru-Hitam tampil menekan dan menjaga kendali permainan dengan rapi.

Awal yang langsung mengubah arah laga

Lazio sudah dipaksa bertahan lebih dalam sejak menit-menit pertama. Inter hampir membuka skor lewat sundulan Lautaro Martinez pada menit ke-12, tetapi bola belum menemui sasaran.

Tekanan Inter akhirnya berbuah pada menit ke-14. Umpan silang Federico Dimarco disambut sundulan Marcus Thuram, lalu bola membentur Adam Marusic sebelum masuk ke gawang sendiri.

Gol bunuh diri itu membuat Inter semakin leluasa mengatur ritme pertandingan. Lazio justru makin sulit keluar dari tekanan karena aliran serangan Inter tetap terjaga.

Lautaro mempertegas dominasi Inter

Keunggulan Inter bertambah menjelang turun minum. Pada menit ke-35, Lautaro Martinez menyelesaikan umpan Denzel Dumfries dan mengubah skor menjadi 2-0.

Gol tersebut memberi Inter keuntungan besar untuk mengendalikan sisa laga. Dengan jarak dua gol, mereka bisa bermain lebih tenang tanpa kehilangan disiplin dalam menjaga bentuk tim.

Babak pertama pun selesai dengan keunggulan yang sangat meyakinkan bagi Inter. Chivu mendapat respons yang ideal dari anak asuhnya pada partai penentuan gelar.

Lazio mencoba bangkit, tetapi Inter tetap rapat

Memasuki babak kedua, tempo pertandingan memang menurun. Namun kendali tetap berada di tangan Inter, sementara Lazio kesulitan menemukan celah bersih untuk mengancam.

Peluang paling berbahaya bagi Lazio datang pada menit ke-75 lewat tembakan keras Boulaye Dia dari dalam kotak penalti. Josep Martinez bergerak cepat dan melakukan penyelamatan penting untuk menjaga gawang Inter tetap aman.

Tidak ada gol tambahan sampai peluit akhir berbunyi. Skor 2-0 memastikan Inter mengakhiri final dengan kemenangan yang bersih dan efisien.

Trofi ke-10 dan posisi di bawah Juventus

Gelar ini menjadi trofi ke-10 Inter di ajang Piala Italia. Catatan tersebut menempatkan mereka sebagai tim tersukses kedua dalam sejarah Coppa Italia.

Inter kini berada tepat di bawah Juventus, yang masih memimpin daftar peraih gelar dengan 15 trofi. Jarak itu membuat capaian Inter di musim ini terasa semakin penting dalam konteks persaingan sejarah di kompetisi tersebut.

Keberhasilan melawan Lazio juga menambah bobot musim Chivu sebagai pelatih kepala. Pada musim perdananya, ia langsung membawa Inter meraih dua gelar besar.

Susunan pemain dan opsi dari bangku cadangan

Lazio menurunkan Edoardo Motta, Nuno Tavares, Alessio Romagnoli, Mario Gila, Adam Marusic, Kenneth Taylor, Patric, Toma Basic, Mattia Zaccagni, Tijjani Noslin, dan Gustav Isaksen. Dari kubu Inter, Chivu memilih Josep Martinez, Alessandro Bastoni, Manuel Akanji, Yann Bisseck, Federico Dimarco, Petar Sucic, Piotr Zielinski, Nicolo Barella, Denzel Dumfries, Lautaro Martinez, dan Marcus Thuram.

Pergantian pemain juga ikut mewarnai jalannya pertandingan. Inter memasukkan Carlos Augusto, Mkhitaryan, Luis Henrique, Yoan Bonny, dan Diouf, sedangkan Lazio mencoba mengubah keadaan lewat Lazzari, Rovella, Pedro, Boulaye Dia, dan Cancellieri.

Exit mobile version