Kepastian soal konser gratis Shakira di Rio de Janeiro kini menjadi perhatian setelah seorang pekerja konstruksi tewas dalam proses pemasangan panggung di Pantai Copacabana. Insiden yang terjadi saat persiapan Todo Mundo No Rio itu membuat penyelenggara belum memberikan jawaban jelas mengenai apakah acara tetap berjalan sesuai jadwal atau berubah.
Pihak Bonus Track, selaku penyelenggara, menyampaikan melalui akun media sosial resminya bahwa kecelakaan terjadi pada Minggu siang ketika korban sedang bekerja sebagai tenaga profesional di proyek panggung. Tim pertolongan pertama langsung memberi penanganan darurat, lalu petugas Dinas Pemadam Kebakaran Rio de Janeiro membawa korban ke rumah sakit, tetapi upaya penyelamatan tidak berhasil.
Korban kemudian dinyatakan meninggal dunia setelah mengalami cedera serius di area konstruksi. Laporan awal menyebut ada luka remuk berat pada bagian kaki, sementara Dinas Pemadam Kebakaran Rio de Janeiro mengonfirmasi bahwa korban mengalami luka remuk berat di kedua kaki akibat terjebak dalam peralatan pengangkat konstruksi.
Seorang saksi mata, Antonio Marcos Ferreira dos Santos, mengatakan korban diduga tertimpa struktur yang roboh ke tanah. Rekan-rekan kerja juga sempat berupaya mengevakuasi korban dari alat berat sebelum tim darurat tiba di lokasi.
Peristiwa ini menyita perhatian karena Todo Mundo No Rio dikenal sebagai konser musik gratis tahunan yang digelar di Pantai Copacabana. Acara tersebut kerap menarik massa dalam jumlah sangat besar dan menjadi salah satu pertunjukan paling disorot di Brasil.
Pada penyelenggaraan sebelumnya, Madonna tampil sebagai penampil utama dan disebut menarik sekitar 1,6 juta penonton. Setelah itu, Lady Gaga disebut mencatat sejarah baru dengan sekitar 2,5 juta penonton, yang sekaligus menjadikannya konser solo artis perempuan terbesar sepanjang sejarah.
Tahun ini, Shakira sudah diumumkan sebagai penampil utama sejak Februari. Penyanyi asal Kolombia itu datang dengan rangkaian tur dunia Las Mujeres Ya No Lloran, yang juga mencatat penjualan tiket besar di sejumlah negara.
Di atas kertas, kehadiran Shakira di Copacabana seharusnya menjadi salah satu momen musik terbesar di Brasil. Namun, tragedi di lokasi pembangunan panggung membuat fokus publik bergeser ke keselamatan produksi dan nasib acara yang tinggal menunggu kepastian resmi.
Sampai saat ini, pihak penyelenggara dan tim manajemen Shakira belum mengumumkan apakah konser pada 2 Mei akan tetap digelar atau ditunda. Situasi itu membuat persiapan konser bergengsi tersebut masih menggantung di tengah duka atas wafatnya kru panggung.
Source: www.beritasatu.com