Peta persaingan mobil dunia kini memperlihatkan dua arus yang berjalan bersamaan. Toyota masih sangat dominan di banyak negara, tetapi di China, BYD semakin kuat dan mulai menggeser merek-merek Jepang lewat laju adopsi kendaraan listrik yang cepat.
Data Focus2Move dari 61 negara menunjukkan Toyota menjadi merek mobil terlaris di 25 negara, atau sekitar 41% wilayah yang dianalisis. Sebaran itu menegaskan bahwa Toyota masih punya jangkauan paling luas di pasar global.
Kekuatan Toyota terlihat dari posisinya di sejumlah pasar besar seperti Indonesia, Amerika Serikat, Jepang, Australia, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Thailand, dan Afrika Selatan. Di banyak tempat itu, Toyota tetap dipilih konsumen karena reputasi keandalan mesin, efisiensi bahan bakar, dan jaringan distribusi yang luas.
Di bawah Toyota, Volkswagen berada di urutan berikutnya dengan penguasaan 8,2%. Merek asal Jerman itu paling kuat di pasar inti Eropa, terutama Jerman, Austria, Swiss, dan Inggris.
Eropa Masih Setia pada Merek Sendiri
Peta penjualan di Eropa menunjukkan pola yang berbeda dari banyak wilayah lain. Prancis masih mengandalkan Renault, Italia solid dengan Fiat, sementara negara-negara Eropa Tengah cenderung memilih Volkswagen dan Škoda.
Pola tersebut memperlihatkan bahwa kedekatan merek dengan pasar lokal masih sangat berpengaruh. Dalam banyak kasus, identitas regional dan kekuatan distribusi tetap menjadi faktor penting dalam menentukan pilihan konsumen.
China Menjadi Arena Perubahan Tercepat
Di tengah dominasi global Toyota, sorotan terbesar justru datang dari China. BYD berhasil menguasai pasar domestik dan menyalip banyak merek lain seiring adopsi kendaraan listrik yang melaju cepat di negara tersebut.
Perubahan ini penting karena China adalah pasar otomotif terbesar dan paling kompetitif. Saat merek Jepang masih kuat di banyak negara, pasar China justru semakin memberi ruang kepada pemain lokal berbasis elektrifikasi.
Nama-Nama Pemimpin di Berbagai Pasar Besar
Peta pasar besar dunia belum dikuasai satu merek tunggal. Selain Toyota yang memimpin di banyak negara, Volkswagen unggul di Jerman dan Inggris, Fiat memimpin di Brasil dan Italia, Maruti menjadi pilihan utama di India, Hyundai memimpin di Korea Selatan, dan Nissan menempati posisi teratas di Meksiko.
Ada juga Perodua yang menguasai pasar Malaysia, Renault yang memimpin di Prancis, Lada yang masih kuat di Rusia, BYD yang menjadi nomor satu di China, dan VinFast yang unggul di Vietnam. Susunan ini menunjukkan bahwa pasar otomotif global masih sangat beragam, dengan pemain dominan yang berbeda-beda di tiap wilayah.
Indonesia Jadi Basis Penting Toyota
Di Indonesia, posisi Toyota tidak lepas dari kerja sama panjang dengan PT Astra International Tbk yang dimulai pada 1971 melalui pendirian PT Toyota-Astra Motor atau TAM. Dari kolaborasi itu lahir Toyota Kijang pada 1977, dengan nama yang merujuk pada “Kerjasama Indonesia-Jepang.”
Kini, kerja sama tersebut terbagi menjadi dua pilar, yaitu PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia sebagai basis produksi dan ekspor, serta TAM yang menangani distribusi. Sinergi itu membuat Toyota tetap mengakar kuat di Indonesia hingga sekarang.
Pemetaan penjualan ini memakai basis 2025 untuk sebagian besar negara, sedangkan Argentina, Jepang, dan Filipina menggunakan rekapitulasi 2024. Gambaran tersebut memperlihatkan bahwa Toyota masih paling merata di dunia, sementara perubahan paling cepat justru datang dari China melalui BYD.