Volkswagen akhirnya menutup riwayat Touran setelah lebih dari dua dekade menjadi salah satu MPV kompak andalannya di Eropa. Keputusan ini menandai berakhirnya sebuah model keluarga yang sempat cukup lama bertahan di tengah perubahan besar pasar otomotif.
Unit terakhir Touran sudah dirakit di pabrik Volkswagen, Wolfsburg, Jerman, pada 29 April 2026. Setelah itu, nama Touran resmi keluar dari jalur produksi dan belum memiliki penerus langsung yang diumumkan Volkswagen.
Regulasi baru mempersempit ruang hidup Touran
Salah satu alasan terkuat di balik penghentian ini datang dari sisi regulasi. Volkswagen menyebut Touran tidak lagi bisa memenuhi aturan keselamatan Stage C di Eropa yang mulai berlaku pada 6 Juli 2026.
Kondisi itu membuat posisi Touran makin sulit karena model ini juga tergolong salah satu yang tertua di lini produk Volkswagen yang masih dijual. Dalam industri otomotif, usia model yang panjang sering berarti kebutuhan pembaruan besar ketika aturan baru mulai diterapkan.
Biaya produksi ikut menjadi beban
Selain tekanan regulasi, biaya produksi juga ikut menekan kelangsungan Touran. MPV kompak ini masih diproduksi di Jerman, sehingga ongkos pembuatannya dinilai lebih tinggi dibanding model lain yang lebih sesuai dengan arah strategi Volkswagen saat ini.
Di saat yang sama, selera pasar juga bergerak ke SUV dan crossover. Touran memang masih punya basis pengguna, tetapi kondisi itu tidak cukup untuk menahan kombinasi biaya, usia model, dan tuntutan regulasi yang semakin berat.
Jejak produksi yang tetap besar
Meski akhirnya dihentikan, Touran bukan model kecil dalam sejarah Volkswagen. Secara global, total produksinya sudah melampaui 2,3 juta unit, sementara di Jerman penjualannya masih rata-rata sekitar 20.000 unit per tahun.
Angka itu menunjukkan bahwa Touran tetap punya tempat di pasar, terutama di segmen mobil keluarga. Namun, catatan produksi yang besar ternyata tidak cukup untuk membuatnya bertahan ketika kebutuhan penyesuaian teknis menjadi terlalu mahal.
Wolfsburg beralih ke Tiguan dan Tayron
Setelah Touran berhenti dibuat, Volkswagen tidak membiarkan lini produksi di Wolfsburg kosong. Pabrik tersebut kini dialihkan untuk memproduksi Tiguan dan Tayron.
Langkah ini memperlihatkan arah baru pemanfaatan kapasitas produksi Volkswagen. Model yang dipilih untuk mengisi ruang itu adalah produk yang dinilai lebih relevan dengan kebutuhan pasar saat ini.
Pernah hadir di Indonesia, kini makin jarang terlihat
Touran juga sempat masuk Indonesia dan pernah mewarnai jalanan Tanah Air. Namun, populasinya tidak banyak dan penjualannya juga tidak terlalu signifikan.
Karena jumlah unitnya terbatas, Touran kini tergolong jarang terlihat di jalan. Mobil ini lebih sering diingat sebagai salah satu MPV Eropa yang pernah mencoba peruntungan di pasar Indonesia.
Saat ini, lini Volkswagen di Indonesia juga sudah jauh lebih ringkas. Volkswagen Indonesia kini hanya menjual Tiguan Allspace, T-Cross, dan ID. Buzz, sementara fokus mereknya bergerak ke SUV dan kendaraan listrik.
Source: kabaroto.com




