Torino tidak sekadar mengamankan tiga poin saat menjamu Sassuolo. Lebih dari itu, kemenangan 2-1 ini memperlihatkan kemampuan mereka membalik keadaan dalam waktu singkat setelah sempat tertinggal di babak kedua.
Hasil tersebut juga menegaskan betapa kuatnya Torino saat bermain di kandang. Mereka memperpanjang catatan tak terkalahkan di markas sendiri menjadi lima laga beruntun, sementara Sassuolo pulang tanpa poin meski sempat memegang kendali lebih dulu.
Pertandingan berjalan cepat sejak awal. Sassuolo langsung menebar ancaman ketika laga baru berjalan kurang dari dua menit melalui Andrea Pinamonti, tetapi Alberto Paleari sigap menutup peluang itu.
Torino pun tidak tinggal diam dan hampir lebih dulu membuka keunggulan lewat Alieu Njie. Sundulan Njie sempat mengenai mistar gawang dua kali, namun teknologi garis gawang memastikan bola belum sepenuhnya melewati garis.
Kebuntuan akhirnya pecah lima menit setelah babak kedua dimulai. Kristjan Thorstvedt membawa Sassuolo unggul setelah bola hasil situasi sebelumnya jatuh ke Luca Lipani, yang kemudian mengirim umpan silang dari sisi kanan untuk diselesaikan di depan gawang.
Keunggulan itu sempat membuat Sassuolo berada di posisi yang ideal untuk membawa pulang hasil positif. Namun, Torino merespons dengan peningkatan tempo dan mulai menekan lebih agresif setelah tertinggal 0-1.
Perubahan arah pertandingan datang pada menit ke-65. Giovanni Simeone menyamakan kedudukan lewat sundulan setelah menerima umpan silang Enzo Ebosse dari sisi kiri, meski bola sempat memantul ke tanah sebelum masuk ke gawang dan Arijanet Muric gagal menghalaunya.
Empat menit berselang, Torino langsung membalikkan keadaan. Duvan Zapata mengirim umpan silang dari dalam kotak penalti, lalu Marcus Holmgren Pedersen menyambutnya di tiang jauh untuk mencetak gol pertamanya di Serie A dalam 84 penampilan.
Gol Simeone juga memperpanjang catatan apiknya di kandang. Penyerang itu kini selalu mencetak gol dalam lima pertandingan kandang terakhirnya di Serie A.
Dari sisi klasemen, kemenangan ini mengangkat Torino ke peringkat ke-12. Sassuolo tetap berada di posisi ke-10 setelah gagal mempertahankan keunggulan yang sudah mereka bangun lebih dulu.
Laga ini menjadi gambaran jelas tentang dua hal yang berlawanan. Torino menunjukkan ketenangan dan daya balik yang efektif, sedangkan Sassuolo kehilangan kendali pada fase krusial meski sebelumnya sempat unggul lebih dulu.
Source: mediaindonesia.com




