Di tengah persaingan SUV besar yang makin ketat, Chery mencoba menaikkan kelas permainan lewat Tiggo X. Model ini tampil sebagai SUV tujuh kursi dengan teknologi hybrid plug-in, jarak tempuh jauh, serta paket bantuan mengemudi yang membuatnya terasa disiapkan untuk pasar yang lebih premium.
Kehadirannya di ajang Beijing Auto China 2026 langsung menarik perhatian karena Chery tidak sekadar membawa SUV besar biasa. Tiggo X diposisikan sebagai salah satu andalan subbrand Tiggo, dan targetnya jelas mengarah ke segmen full-size yang selama ini identik dengan model-model berukuran besar dan berisi teknologi tinggi.
Kabinnya dibuat untuk ruang dan fleksibilitas
Fokus utama Tiggo X ada pada ukuran bodi dan ruang dalam. SUV ini memakai jarak sumbu roda 2.950 mm dan membawa konfigurasi tujuh tempat duduk, sehingga karakter utamanya memang ditujukan untuk kebutuhan keluarga atau pengguna yang memerlukan kabin lega.
Secara fisik, dimensinya juga tergolong besar. Panjang mobil mencapai 5.050 mm, lebar 1.960 mm, dan tinggi 1.800 mm, sehingga posisinya langsung masuk ke kategori SUV berukuran penuh. Proporsi seperti ini membuat Tiggo X tampil sebagai kendaraan yang memang disiapkan untuk menawarkan ruang lebih besar dibanding SUV menengah.
Desain dibuat kokoh, bukan sekadar besar
Dari sisi tampilan, Chery memilih bentuk bodi yang cenderung mengotak dengan spatbor lebar. Gaya seperti ini memberi kesan kuat dan tegas, sekaligus menegaskan bahwa Tiggo X tidak dibangun hanya untuk tampil mewah, tetapi juga untuk menunjukkan karakter kendaraan yang tangguh.
Struktur bodinya juga diperkuat dengan 85 persen baja berkekuatan tinggi. Di sisi lain, penggunaan gagang pintu mekanis konvensional menunjukkan bahwa model ini tetap diarahkan pada pendekatan produksi yang realistis, bukan semata-mata mengejar kesan futuristis.
Teknologi bantu berkendara jadi nilai jual penting
Di luar ukurannya, Chery menempatkan teknologi sebagai senjata utama. Tiggo X dibekali sistem ADAS yang disebut lebih maju dari Falcon Pilot 700, lalu dikombinasikan dengan sensor LiDAR untuk mendukung kemampuan mengemudi otonom level 2 sebagai standar.
Kombinasi itu membuat Tiggo X tidak hanya menonjol dari sisi dimensi, tetapi juga dari aspek keselamatan dan bantuan berkendara modern. Dalam pasar SUV besar, pendekatan seperti ini penting karena konsumen kelas premium biasanya menuntut kenyamanan sekaligus fitur pendukung yang lengkap.
Siap menghadapi medan yang lebih berat
Karakter SUV besar Tiggo X juga diperkuat dengan perangkat kaki-kaki yang dirancang lebih serius. Chery memasang suspensi adaptif MRC electromagnetic agar mobil tetap nyaman dan stabil saat menghadapi berbagai kondisi jalan.
Selain itu, SUV ini memakai sistem penggerak empat roda Snow Leopard yang diklaim mampu membantu saat melintasi pasir, lumpur, hingga salju. Keberadaan fitur ini memperluas fungsi Tiggo X sebagai SUV keluarga yang juga punya kemampuan melaju di medan berat.
Mesin hybrid dan jarak tempuh yang jadi sorotan
Untuk urusan performa, Tiggo X tersedia dengan mesin bensin 1.5T dan 2.0T yang dipadukan dengan motor listrik. Seluruh kombinasi itu bekerja dengan transmisi otomatis delapan percepatan dan menghasilkan tenaga hingga 476 hp serta torsi 630 Nm.
Sebagai plug-in hybrid, Tiggo X diklaim mampu menempuh hingga 200 km hanya dengan tenaga listrik. Saat baterai dan tangki bensin terisi penuh, jarak tempuh komprehensifnya disebut bisa mencapai 1.500 km, angka yang menjadi salah satu daya tarik terbesar mobil ini.
Bidik lawan di kelas atas
Chery belum mengumumkan harga Tiggo X, tetapi arah posisinya sudah terlihat cukup jelas. Model ini diperkirakan akan bersaing dengan SUV asal Tiongkok seperti GWM Tank 700 dan BYD Great Tang, sekaligus disebut berpotensi menantang nama besar seperti Cadillac Escalade dan Toyota Land Cruiser 300.
Dengan kombinasi tujuh kursi, bodi besar, teknologi LiDAR, penggerak empat roda, dan klaim jarak tempuh panjang, Tiggo X memperlihatkan ambisi Chery untuk masuk lebih jauh ke pasar SUV flagship. Model ini hadir sebagai penegasan bahwa Chery ingin dipandang bukan hanya sebagai produsen SUV massal, tetapi juga sebagai pemain yang siap bertarung di kelas SUV premium berkapasitas besar.