Pergantian arah produk Chery di Indonesia makin terlihat jelas lewat pergeseran perhatian dari Tiggo 7 Pro ke lini hybrid. Di tengah tren itu, nama Tiggo 7 CSH mulai mencuat sebagai sosok yang paling mungkin mengisi ruang kosong di segmen SUV menengah.
Di saat model hybrid lain terus diperkuat, Tiggo 7 justru tidak lagi tampil di kanal resmi Chery Indonesia. Kondisi ini membuat dugaan bahwa Tiggo 7 Pro sudah mendekati akhir masa edar semakin kuat, meski belum ada pernyataan resmi dari pabrikan.
Tiggo 7 Pro mulai tersisih
Tiggo 7 Pro pertama kali hadir di Indonesia lewat PT Chery Sales Indonesia pada 23 November 2022. SUV lima penumpang ini dibawa untuk pasar urban dengan mesin 1.500 cc dan harga mulai Rp368 jutaan.
Kini, seorang tenaga penjual Chery menyebut Tiggo 7 sudah diskontinu. Meski begitu, ketersediaan suku cadangnya masih disebut tetap ada sehingga pemilik kendaraan belum sepenuhnya ditinggalkan.
Permintaan yang lemah juga disebut ikut mendorong perubahan arah ini. Di sisi lain, Chery tampak mengalihkan fokus ke model lain yang dinilai lebih sejalan dengan strategi produk saat ini.
Hybrid jadi poros baru Chery
Arah baru itu terlihat dari semakin besarnya porsi model hybrid dalam line-up Chery. Beberapa nama seperti Tiggo Cross, Tiggo 8, dan Tiggo 9 sudah tersedia dalam varian hybrid dengan nama Chery Super Hybrid atau CSH.
Di Indonesia, model yang kini dijadikan tulang punggung penjualan juga didominasi kendaraan hybrid. Chery C5 CSH, Tiggo Cross CSH, Tiggo 8 CSH, dan Tiggo 9 CSH disebut sebagai andalan di pasar nasional.
Perubahan komposisi ini membuat hilangnya Tiggo 7 dari kanal resmi terasa penting. Posisi itu seolah membuka jalan bagi penerus yang membawa teknologi elektrifikasi lebih sesuai dengan arah merek saat ini.
Tiggo 7 CSH jadi kandidat paling logis
Dalam konteks tersebut, Tiggo 7 CSH dipandang sebagai calon pengganti yang paling masuk akal. Model ini bukan hanya melanjutkan nama Tiggo 7, tetapi juga membawa arah baru yang lebih dekat dengan strategi hybrid Chery.
Tiggo 7 CSH sendiri bukan model baru secara global. SUV ini sudah dijual di Tiongkok, Malaysia, Australia, dan beberapa negara Eropa.
Kehadirannya di Malaysia pada 2025 ikut memunculkan dugaan bahwa Indonesia bisa menjadi pasar berikutnya. Pola ekspansi Chery juga kerap bergerak dari Malaysia sebelum masuk ke negara lain.
Meski begitu, kepastian peluncuran Tiggo 7 CSH di Indonesia belum tersedia. Salah satu diler menyebut pihaknya belum menerima informasi pasti mengenai jadwal kehadirannya di pasar domestik.
Spesifikasi yang sudah terungkap
Secara teknis, Tiggo 7 CSH memakai mesin 1.500 cc yang dipadukan dengan motor listrik. Kombinasi itu menghasilkan tenaga gabungan hingga 275 dk dan torsi maksimum 365 Nm, dengan penggerak roda depan.
SUV ini juga menggunakan baterai 18,3 kWh. Kapasitas tersebut serupa dengan yang dipakai pada Tiggo 8 CSH, sehingga menunjukkan konsistensi paket teknologi hybrid di keluarga produk Chery.
Dalam mode listrik penuh, Tiggo 7 CSH diklaim dapat menempuh hingga 90 km tanpa konsumsi bahan bakar. Untuk penggunaan kombinasi, jarak tempuh totalnya disebut mencapai sekitar 1.200 km.
Jika benar masuk Indonesia, karakter itu bisa menjadi nilai jual penting di pasar SUV yang semakin terbuka terhadap teknologi hybrid. Di saat yang sama, model lamanya masih dapat ditemukan di pasar mobil bekas dengan harga sekitar Rp220 juta hingga Rp300 jutaan, tergantung tipe dan kondisi kendaraan.
Source: kabaroto.com