Tiga Pelaut Terluka Saat USS Zumwalt Terbakar, Modernisasi Rudal Di Galangan AS Diselidiki

Modernisasi besar USS Zumwalt kembali menjadi sorotan setelah kapal perusak siluman milik Angkatan Laut Amerika Serikat itu mengalami kebakaran saat berada di galangan HII Ingalls, Pascagoula, Mississippi. Insiden tersebut membuat tiga pelaut terluka dan memicu penyelidikan untuk memastikan sumber api serta menilai seberapa jauh kerusakan yang terjadi di dalam kapal.

Angkatan Laut AS menyebut api muncul ketika proses peningkatan teknologi sedang berlangsung, bukan saat kapal menjalani perawatan rutin. Fokus utama program itu adalah mengubah USS Zumwalt menjadi platform serangan jarak jauh berbasis rudal, termasuk kemampuan serangan hipersonik dari laut.

Api muncul di tengah proses modernisasi sensitif

Kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 21.45 waktu setempat pada Minggu malam. Awak kapal bergerak cepat memadamkan api sebelum situasi berkembang lebih luas, sehingga insiden tidak melebar ke bagian lain kapal.

Dari tiga pelaut yang terdampak, satu orang sempat dibawa ke rumah sakit dalam kondisi stabil. Dua pelaut lain mendapat perawatan di lokasi, sementara Angkatan Laut belum merinci tingkat kerusakan yang dialami kapal setelah api berhasil dikendalikan.

Penyelidikan menyoroti sumber api dan dampaknya

Dalam keterangan yang dikutip USNI News, Angkatan Laut masih menelusuri penyebab kebakaran dan besarnya pengaruh insiden itu terhadap USS Zumwalt. Pemeriksaan ini penting karena kapal sedang menjalani modernisasi yang melibatkan banyak sistem baru dan integrasi perangkat tempur yang sensitif.

Hingga penilaian selesai, Angkatan Laut memilih menahan rincian teknis lebih jauh. Langkah itu diambil agar hasil investigasi tetap akurat dan tidak bergeser ke spekulasi sebelum ada kepastian mengenai titik awal api maupun bagian yang terdampak.

Kapal bernilai besar dengan fungsi tempur baru

USS Zumwalt sudah berada di galangan sejak Agustus 2023 untuk menjalani peningkatan besar. Proyek ini dirancang untuk mengubah kemampuan kapal secara menyeluruh, dari sisi persenjataan hingga peran tempurnya pada masa depan.

Salah satu perubahan paling menonjol adalah pergantian sistem meriam Advanced Gun System 155 mm yang sebelumnya menjadi ciri kapal. Sebagai gantinya, Zumwalt dipasangi tabung peluncur rudal untuk mendukung sistem Conventional Prompt Strike atau CPS.

Program CPS ditujukan untuk memberi Angkatan Laut AS kemampuan serangan hipersonik jarak jauh dari laut. Dengan konfigurasi tersebut, Zumwalt diproyeksikan menjadi kapal yang lebih fleksibel dan memiliki daya pukul lebih besar dalam operasi serangan laut dalam.

Setelah sempat dipindahkan ke darat untuk integrasi teknologi, kapal ini kembali diluncurkan pada Desember 2024. Pada Januari lalu, Zumwalt juga kembali melaut untuk pertama kalinya dalam hampir tiga tahun.

Sorotan besar pada program Zumwalt

Program kapal perusak kelas Zumwalt menelan biaya sekitar 24,5 miliar dolar AS untuk tiga unit. Beberapa laporan bahkan menyebut satu kapal bisa bernilai hingga 8 miliar dolar AS, sehingga setiap gangguan pada kapal ini langsung menarik perhatian besar.

Kebakaran terbaru itu terjadi di tengah sorotan terhadap proyek kapal perang generasi baru yang dipantau Pentagon. Program tersebut diperkirakan menelan biaya lebih dari 17 miliar dolar AS per unit, dengan kemungkinan melampaui 20 miliar dolar AS.

Nilai investasi yang sangat besar membuat hasil penyelidikan kebakaran USS Zumwalt menjadi penting bagi Angkatan Laut AS. Selain berkaitan dengan keselamatan awak, temuan investigasi juga akan memengaruhi jadwal modernisasi dan kesiapan kapal untuk menjalankan peran barunya.

Source: www.suara.com
Exit mobile version