Pasar motor listrik murah kembali mendapat warna baru dari Uwinfly. Tiga model anyar yang disiapkan pabrikan ini sama-sama diposisikan di bawah Rp10 juta, dengan satu nama yang paling menyita perhatian karena banderolnya hanya sekitar Rp4,3 jutaan.
Langkah tersebut menunjukkan arah yang cukup agresif dari Uwinfly dalam membidik konsumen yang ingin masuk ke kendaraan listrik tanpa harus mengeluarkan biaya besar. Di saat minat terhadap EV terjangkau terus berkembang, kehadiran D66i, T78C, dan T80C membuat lini murah Uwinfly terasa lebih serius untuk bersaing.
D66i jadi sorotan utama karena paling murah
Di antara ketiganya, Uwinfly D66i menjadi model yang paling mudah menarik perhatian. Harganya berada di kisaran Rp4,3 jutaan, dan posisinya disebut sebagai varian termurah dari lini Uwinfly saat ini.
Model ini juga akan meluncur pada Juni 2026. Secara tampilan, D66i mengusung gaya mirip vespa matic dengan lampu elegan dan nuansa retro yang classy.
Fitur praktis jadi daya tarik D66i
Walau berada di kelas harga paling rendah, D66i tidak hanya mengandalkan tampilan. Uwinfly membekalinya dengan full control yang baik, bagasi luas 26 liter, kamera panoramic untuk navigasi, serta jok yang lega.
Kombinasi itu membuat D66i diposisikan untuk pengguna harian yang mencari motor listrik murah namun tetap nyaman dipakai. Dengan harga yang sangat rendah, fitur-fiturnya menjadi salah satu nilai jual utama.
T78C dan T80C isi kelas menengah di bawah Rp10 juta
Di atas D66i ada Uwinfly T78C yang dibanderol sekitar Rp6,5 jutaan. Model ini memakai mesin 800 watt, memiliki top speed 45 km/jam, dan dibekali baterai Lithium 48V 18Ah.
T78C juga mendukung fast charging 1,5 jam. Dari sisi praktis, model ini tetap menawarkan bagasi luas sekitar 26 liter dan membawa warna pink enerjik yang disebut cocok untuk wanita Gen Z.
Sementara itu, Uwinfly T80C menjadi varian paling tinggi di trio anyar ini. Harganya sekitar Rp8,5 jutaan, masih jauh di bawah Rp10 juta, tetapi spesifikasinya dibuat lebih tinggi dari T78C.
T80C menggunakan mesin 1000 watt, top speed 52 km/jam, dan baterai Lithium 48V 24Ah. Sama seperti saudaranya, model ini juga mendukung fast charging 1,5 jam dan mengusung desain mirip vespa matic dengan warna pink estetik.
Tiga model, satu strategi pasar
Kehadiran tiga motor listrik ini memperlihatkan fokus Uwinfly pada segmen entry-level. Harga yang rendah, desain retro, serta fitur seperti pengisian cepat dan bagasi luas tampaknya disusun untuk menarik calon pengguna yang ingin beralih ke EV secara lebih mudah.
Jadwal rilis yang disebut berada pada April sampai Juni 2026 juga menandai bahwa trio ini dipersiapkan untuk menyasar pasar motor listrik murah yang kian ramai. Dengan rentang harga dari Rp4,3 jutaan sampai Rp8,5 jutaan, Uwinfly punya amunisi lengkap untuk bermain di kelas yang sangat sensitif terhadap harga.





