Kementerian Keuangan kini menjalankan tiga kursi strategis di level direktur jenderal tanpa pejabat definitif. Setelah pencopotan dua pejabat eselon I, dua posisi langsung diisi pelaksana harian agar layanan organisasi tetap berjalan normal.
Perubahan itu menyentuh jabatan Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal serta Direktur Jenderal Anggaran. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan keputusan tersebut sudah berlaku sejak sore hari dan penunjukan sementara telah dilakukan untuk menjaga kesinambungan kerja birokrasi.
Langkah cepat ini muncul di tengah proses penataan internal yang belum dituntaskan. Purbaya menyebut dua pejabat yang dicopot, yakni Febrio Nathan Kacaribu dan Luky Alfirman, belum langsung ditempatkan pada posisi baru sehingga keduanya masih menunggu penyesuaian lanjutan.
“Belum [penempatan rotasi], mereka istirahat dulu, nanti dicari-cari tempat yang pas buat mereka,” kata Purbaya. Pernyataan itu menunjukkan bahwa rotasi belum dijalankan sepenuhnya dan masih berada dalam tahap evaluasi.
Salah satu dari dua pejabat tersebut, Luky Alfirman, berasal dari jalur karier internal sebagai pegawai negeri sipil di Kementerian Keuangan. Adapun Febrio Nathan Kacaribu dikenal berlatar akademik dan merupakan akademisi Universitas Indonesia.
Di sisi lain, satu kursi penting lain di Kementerian Keuangan juga belum terisi definitif. Jabatan Direktur Jenderal Stabilitas Pengembangan Sektor Keuangan masih dijalankan pelaksana tugas oleh Herman Saheruddin setelah Masyita Crystallin berpindah tugas ke BPI Danantara.
Dengan demikian, total ada tiga posisi direktur jenderal yang belum diisi penuh. Kondisi ini memperlihatkan bahwa kementerian sedang melakukan penyegaran sekaligus penataan ulang di jajaran pimpinannya, tetapi tetap menjaga operasional agar tidak terganggu.
Purbaya juga menjelaskan bahwa nama-nama kandidat pejabat baru akan diajukan kepada Presiden Prabowo Subianto bulan depan. Ia memberi sinyal pengajuan itu kemungkinan berlangsung pada awal atau pertengahan Mei.
“Nanti kan sekalian diajukan ke presiden. Jadi mungkin sekalian di awal atau pertengahan Mei,” ujarnya. Proses tersebut disebut masih menunggu hasil penyesuaian internal supaya penempatan jabatan bisa sesuai dengan kebutuhan organisasi.
DDTCNews dan CNBC Indonesia juga melaporkan bahwa penempatan kembali Febrio dan Luky masih bergantung pada hasil kajian internal. Selama penetapan definitif belum keluar, dua direktorat yang kosong tetap dipimpin pelaksana harian agar ritme kerja Kementerian Keuangan tetap terjaga.





