Kisah Clelia Verdier, remaja 19 tahun asal Lyon, Prancis, menjadi sorotan karena pengalaman yang ia yakini benar-benar terjadi selama bertahun-tahun, padahal berlangsung saat ia koma. Setelah terbangun dari koma, ia merasa baru saja menjalani hidup sebagai ibu dari tiga anak kembar, meski sebenarnya ia tidak pernah hamil maupun melahirkan.
Pengalaman itu berawal dari kecelakaan serius yang membuat Verdier tidak sadarkan diri selama tiga minggu. Selama masa itu, otaknya membentuk sebuah dunia lain yang terasa sangat nyata, sampai-sampai ia menganggap dirinya memiliki keluarga kecil dengan tiga putri.
Keyakinan yang terasa nyata bagi Verdier
Saat sadar, Verdier langsung cemas karena tidak menemukan ketiga anaknya. Ia bahkan sempat menanyakan keberadaan mereka kepada staf medis di rumah sakit tempat ia dirawat sebelum akhirnya dijelaskan bahwa ia tidak memiliki anak.
Dalam pengakuannya, ia merasa telah menjadi ibu dari tiga anak kembar bernama Mila, Miles, dan Maïlée. Ia menggambarkan momen pertama menggendong mereka sebagai pengalaman yang sangat kuat, terutama karena sensasi kulit ke kulit terasa begitu nyata.
Bagi Verdier, pengalaman itu tidak hanya hangat, tetapi juga penuh cinta. Namun, dalam dunia yang terbentuk di kepalanya selama koma, ia tetap merasakan stres dan rasa sakit saat membayangkan proses melahirkan.
Dunia tujuh tahun yang hanya terjadi dalam koma
Hal yang membuat kisah ini makin emosional adalah keyakinannya bahwa ia kehilangan salah satu anak kembarnya. Ia mengaku berduka selama bertahun-tahun dalam kehidupan yang ia rasakan saat koma, seolah waktu terus berjalan seperti biasa.
Dalam versinya, tujuh tahun berlalu begitu cepat. Anak-anak itu tumbuh, bermain, berjalan-jalan, dan mendengarkan dongeng sebelum tidur, semuanya terasa seperti bagian dari kehidupan nyata.
Setelah sadar, Verdier bahkan sempat memberi tahu orang tuanya bahwa mereka kini telah menjadi kakek-nenek. Barulah dokter menjelaskan bahwa yang ia alami selama itu adalah konstruksi otak saat ia tidak sadar, sementara waktu nyata yang berlalu hanya tiga minggu.
Fenomena yang dikenal dalam dunia neurologi
Para ahli neurologi menyebut mimpi saat koma bukan hal yang jarang, terutama setelah cedera otak traumatis. Mereka menjelaskan bahwa pasien koma tidak selalu berada dalam kondisi gelap atau tidur kosong.
Banyak pasien justru melaporkan mimpi yang jelas, rinci, dan terasa sangat nyata. Dalam kondisi seperti ini, otak dapat membangun pengalaman yang sepenuhnya meyakinkan meski tidak terjadi di dunia nyata.
Verdier mengaku hampir setahun setelah pengalaman itu, ia masih sulit melepaskan rasa sedihnya. Ia mengatakan dirinya masih merasa terputus dari orang lain dan terus merindukan putri-putri yang hanya hadir dalam mimpinya.
Meski begitu, ia tetap menyebut dirinya seorang ibu karena pengalaman tersebut terasa seperti realitas utuh baginya. Verdier juga berharap suatu hari nanti bisa memiliki anak sungguhan, sambil menyimpan kenangan bersama tiga putri kembarnya saat koma sebagai bagian yang tetap punya tempat di hatinya.
Source: www.beautynesia.id




