Thunder Menang Lewat Ketenangan, Bukan Laga Sempurna Setelah Pelajaran Pahit Game 4

Oklahoma City Thunder tidak membutuhkan laga yang rapi untuk menunjukkan kelasnya. Di Game 5, mereka justru membuktikan bahwa ketenangan, konektivitas, dan rasa urgensi yang terkontrol bisa lebih menentukan daripada tampil mulus sepanjang malam.

Kemenangan itu terasa penting bukan hanya karena hasilnya, tetapi juga karena cara Thunder kembali ke identitas mereka setelah sempat tergelincir di Game 4. Mereka tidak larut dalam kepanikan saat alur permainan goyah, dan itu membuat tim tetap berada di jalur yang mereka yakini sebagai jalur juara.

Respons yang lahir dari ingatan laga besar

Di ruang ganti Oklahoma City, pengalaman masa lalu ikut membentuk cara mereka bereaksi. Para pemain masih mengingat Game 4 melawan Denver Nuggets pada tahun lalu dan Game 4 melawan Indiana Pacers setelahnya, sehingga respons mereka kali ini tidak muncul dari emosi sesaat.

Isaiah Hartenstein menegaskan pentingnya menjaga emosi agar tidak terlalu tinggi atau terlalu rendah. Bagi Thunder, urgensi memang harus hadir, tetapi kepanikan justru bisa merusak aliran permainan yang mereka bangun.

Pelatih Mark Daigneault juga melihat bahwa pendekatan ofensif tim di Game 4 tidak membantu siapa pun. Situasi itu makin rumit karena Jalen Williams dan Ajay Mitchell absen, sehingga Thunder harus menyesuaikan susunan pemain dan membagi beban serangan ke banyak tangan.

Perubahan kecil yang memberi dampak besar

Game 5 memperlihatkan perbaikan yang nyata dalam cara Thunder mengeksekusi serangan. Hartenstein berperan besar sebagai screener yang efektif, dan perannya membantu Shai Gilgeous-Alexander menemukan sudut serangan yang lebih baik.

Dukungan juga datang dari arah yang tidak selalu diprediksi. Alex Caruso menjadi salah satu pembeda terbesar dengan 22 poin dari 10 tembakan, sementara aktivitasnya di sisi bertahan ikut mengganggu ritme lawan.

Cason Wallace pun tampil cerdas dalam membaca pola permainan. Ia bersama Caruso mencatat total tujuh defleksi, dengan Caruso memotong jalur operan dan Wallace mengantisipasi inbound Spurs dengan baik.

Ada juga susunan lima pemain yang hanya bermain bersama selama 8 menit 5 detik, tetapi menghasilkan plus-14, angka terbaik di pertandingan itu. Formasi yang berisi Jared McCain, Gilgeous-Alexander, Caruso, Wallace, dan Hartenstein itu menunjukkan seberapa efektif kombinasi kecil yang saling terhubung.

Chet Holmgren ikut memberi dorongan sejak awal laga. Ia tampil lebih tegas pada menit-menit pembuka, dan aksinya menegaskan bahwa Thunder tidak bergantung pada satu bintang saja untuk menjaga arah pertandingan.

Saat sang superstar tidak memulai dengan sempurna

Gilgeous-Alexander sendiri menjalani awal yang jauh dari standar terbaiknya. Ia baru mencetak field goal dengan sisa 31,2 detik di kuarter pertama, lalu menutup laga dengan 32 poin dan sembilan assist.

Namun malam itu juga diwarnai enam turnover, termasuk beberapa momen saat ia ditekan Stephon Castle. Meski begitu, Thunder tidak bergantung sepenuhnya pada performa sempurna dari superstar mereka untuk mengendalikan pertandingan.

Mereka tetap mampu meredam start cepat San Antonio lewat rangkaian aksi yang sederhana tetapi saling menyambung. Tembakan tiga angka bergerak milik McCain, peluang terbuka yang dimanfaatkan Caruso ketika Spurs berani membiarkannya menembak, putback Holmgren, serta fisik tim yang membuat Victor Wembanyama kesulitan terlibat menjadi bagian dari kontrol tersebut.

Daigneault menyebut timnya sudah terbiasa menanggapi pertandingan buruk dengan cara yang netral dan cepat. Kebiasaan itu muncul dari fleksibilitas roster yang sepanjang musim sering diuji cedera dan susunan aneh.

Bagi Thunder, kemampuan menang tanpa menuntut malam sempurna dari inisiator utama sudah menjadi bagian dari identitas mereka. Itulah sebabnya lonjakan dari Game 4 ke Game 5 tidak dibaca sebagai kejutan di ruang internal tim, melainkan sebagai bukti bahwa mereka tahu cara bangkit, menerima pelajaran, lalu menjalankannya lagi dengan tenang namun tetap mendesak.

Source: www.nytimes.com
Exit mobile version