Tertinggal 1-2, Fajar/Joaquin Menahan Thailand dan Menjaga Indonesia Tetap Hidup di Thomas Cup 2026

Duel Thailand melawan Indonesia pada laga kedua grup Thomas Cup 2026 sempat membawa tim Merah Putih ke situasi yang sangat rawan. Saat skor tertinggal 1-2, partai keempat menjadi penentu agar Indonesia tidak langsung kehilangan kesempatan di laga tersebut, dan Fajar Alfian/Nikolaus Joaquin berhasil menjawab tekanan itu dengan kemenangan yang membuat kedudukan kembali imbang 2-2.

Hasil itu menjaga harapan Indonesia tetap terbuka dalam format best-of-five yang menuntut konsistensi di setiap nomor. Kemenangan Fajar/Joaquin bukan hanya soal menambah angka, tetapi juga soal menahan laju Thailand ketika Indonesia sudah berada di titik kritis.

Partai keempat berjalan dengan tensi tinggi sejak awal karena setiap poin memiliki bobot besar. Fajar mengakui ada rasa tegang ketika ia dan Joaquin masuk ke lapangan, terlebih posisi tim memang sedang tidak menguntungkan.

“Masuk lapangan sempat tegang juga karena tim tertinggal 1-2. Tapi bagaimana kami mencoba rileks, mencoba enjoy di dalam lapangan,” kata Fajar Alfian.

Tekanan itu membuat pasangan ini harus cepat menemukan cara bermain yang paling stabil. Dalam kondisi seperti itu, kesalahan kecil saja bisa mengubah arah pertandingan dan mempercepat berakhirnya langkah Indonesia di laga tersebut.

Adaptasi awal sempat jadi hambatan

Fajar menjelaskan bahwa gim pertama belum berjalan mulus karena keduanya masih dalam tahap penyesuaian. Ritme permainan belum langsung menyatu, sehingga pola yang disiapkan pelatih belum bisa dijalankan secara optimal.

Situasi berubah pada gim kedua ketika komunikasi mereka membaik. Dari sana, strategi yang telah dirancang akhirnya bisa diterapkan lebih efektif sehingga permainan Indonesia mulai terlihat lebih teratur.

“Di gim pertama masih adaptasi, masih belum klop permainannya tapi di gim kedua kami mencoba komunikasi dengan baik dan akhirnya bisa menerapkan strategi yang diinginkan,” ucap Fajar.

Kehadiran Joaquin sebagai pasangan baru juga memberi warna tersendiri dalam laga yang penuh tekanan itu. Bagi Fajar, tampil di partai yang menentukan nasib tim terasa seru sekaligus bernilai besar karena tidak semua pertandingan menempatkan pemain pada situasi setegang ini.

Gim ketiga berubah jadi ujian mental

Puncak ketegangan terjadi saat gim penentu berlangsung sangat ketat. Fajar/Joaquin sempat memimpin 18-12, tetapi pasangan Thailand tidak berhenti mengejar dan terus memaksa laga bertahan sampai poin-poin akhir.

Nikolaus Joaquin menilai lawan tetap bermain habis-habisan meski tertinggal cukup jauh. Kondisi tersebut membuat fokus pasangan Indonesia tidak boleh turun sedikit pun sampai pertandingan benar-benar usai.

“Tadi kami di gim ketiga sudah memimpin jauh dan saya rasa sudah cukup fokus, tidak ingin terkejar poinnya. Namun lawan bermain sangat all out, tidak mau menyerah,” ujar Joaquin.

Situasi di lapangan juga sempat terganggu oleh beberapa keputusan fault servis. Joaquin menyebut total ada sekitar enam kali servis mereka difault, tetapi mereka berusaha tidak kehilangan konsentrasi dan tetap mengejar poin demi poin.

“Beberapa kali juga, mungkin total 6 kali di-fault servis saya dan a’ Fajar. Cukup mengganggu tapi kami coba tidak memikirkan itu, fokus cari satu poin demi satu poin lagi,” kata Joaquin.

Dua match point Thailand berhasil dipatahkan

Ketika Thailand memperoleh dua match point pada kedudukan 20-21 dan 21-22, keadaan makin menegangkan. Fajar/Joaquin masih mampu keluar dari tekanan itu sebelum akhirnya menutup gim penentu dengan skor 25-23.

Kemenangan tersebut mengubah jalannya pertandingan yang sebelumnya tampak sulit bagi Indonesia. Skor menjadi 2-2 dan tim Merah Putih kembali punya peluang untuk melanjutkan persaingan dalam laga grup yang berjalan ketat.

Bagi Fajar, hasil ini juga terasa emosional karena sempat teringat kekalahan dari pasangan Thailand ketika masih berduet dengan Muhammad Rian Ardianto pada ajang yang sama. Pengalaman itu membuat kemenangan kali ini terasa lebih berarti karena datang di momen yang sangat menentukan.

“Saya sempat terlintas kekalahan dari pasangan Thailand ini saat masih berpasangan dengan Rian, itu terjadi di Piala Thomas juga,” tutur Fajar.

Pada akhirnya, kemenangan Fajar/Joaquin menjadi titik penting yang menyelamatkan Indonesia dari situasi paling genting di laga ini. Dengan skor yang kembali seimbang, perhatian tim Merah Putih pun beralih ke partai berikutnya sambil membawa modal ketenangan, komunikasi yang membaik, dan keberanian saat menghadapi tekanan di poin-poin krusial.

Exit mobile version