Teknologi Kapal Makin Canggih, ABYC Menutup Celah Aman Dari Efoil Hingga Baterai Lithium

Teknologi baru di kapal kini tidak lagi cukup dinilai dari sisi kecepatan atau kenyamanan. Di mata ABYC, setiap inovasi yang masuk ke dunia perahu harus bisa dipakai tanpa mengorbankan keselamatan di air.

Karena itu, ABYC terus menyusun standar untuk teknologi yang berkembang lebih cepat daripada aturan federal. Dari sistem kendali joystick, baterai lithium, sampai perangkat seperti efoil, lembaga ini berupaya memberi acuan yang bisa dipakai builder sekaligus melindungi pengguna.

Saat kendali kapal makin pintar

Salah satu perubahan paling nyata datang dari sistem joystick. Awalnya fitur ini hanya hadir di yacht besar sebagai kemewahan, tetapi kini penggunaannya meluas ke perahu kecil bermesin tunggal dan bahkan tercantum sebagai fitur standar pada pontoon boat.

Perubahan skala itu membuat ABYC menilai joystick tidak bisa dibiarkan tanpa aturan khusus. Karena itu, ABYC Standard P-28 yang dikembangkan pada 2020 menggabungkan dua standar kemudi dan kontrol yang sudah ada sebelumnya.

Dalam standar itu, joystick didefinisikan sebagai perangkat input untuk mengendalikan thrust, steering, dan propulsion secara bersamaan. P-28 juga mengatur mode cruising dan maneuvering, termasuk syarat fail-safe saat operator melepas joystick di mode maneuvering.

Standar tersebut menuntut respons yang intuitif dan konsisten. Jika joystick didorong ke satu arah, perahu harus bergerak ke arah yang sama, dan fungsi putar juga harus mengikuti arah putaran tangan.

Efoil mendorong aturan keselamatan baru

Teknologi lain yang membuat ABYC bergerak lebih cepat adalah efoil. Perangkat ini bekerja seperti papan selancar dengan sayap di bawah air, digerakkan motor listrik, memakai baterai bawaan, dan dikendalikan remote genggam.

Brian Goodwin, director of Standards and Compliance ABYC, menyebut Coast Guard sudah menetapkan efoil sebagai vessel. Karena memakai tenaga listrik, ABYC menilai keselamatan tidak boleh dibiarkan berjalan seperti “Wild West”.

Atas permintaan USCG, ABYC membahas kebutuhan standar keselamatan untuk efoil dan powered surfboards. Fokusnya mencakup mekanisme pemutus darurat, kapasitas, keamanan baterai dan sistem listrik, serta peringatan dan label produk.

Baterai lithium mengubah desain daya kapal

Di sisi lain, baterai lithium iron phosphate atau LiFePO4 juga mengubah cara banyak kapal mendapatkan daya. Baterai ini lebih ringan, bisa dipakai hampir 100 persen kapasitasnya, mengisi daya lebih cepat, dan memiliki umur pakai panjang.

Namun, keunggulan itu datang bersama risiko baru. ABYC menyoroti potensi gas beracun, thermal runaway, dan perubahan distribusi bobot kapal karena karakter baterai ini berbeda dari baterai lama atau generator.

Untuk meresponsnya, ABYC menerbitkan E-13 Standard pada 2022 untuk instalasi dan penggunaan baterai lithium di kapal. Standar itu mewajibkan battery management system yang dapat menghentikan pengisian otomatis bila tegangan atau suhu melewati batas aman.

Pemasangan juga harus mengikuti standar uji seperti UL 1973, UL 2580, atau SAE J3053. Selain itu, baterai harus diamankan agar tahan gerakan kapal dan dipasang sesuai panduan pabrikan soal ventilasi dan lokasi.

Otomatisasi ikut masuk pengawasan

Perubahan tidak berhenti di sistem daya dan kendali manual. Advanced Driver Assistance Systems atau ADA kini mulai hadir di kapal rekreasi dengan bantuan kamera, GPS, lidar, sonar, dan radar untuk memetakan lingkungan sekitar perahu.

Sistem seperti Avikus Neuboat dan Raymarine DockSense dapat mengenali objek, menghitung jarak, lalu membantu mengambil keputusan seperti mengubah arah untuk melewati kapal lain dengan aman. Tujuannya memang mengurangi kesalahan operator, tetapi sistem ini juga memunculkan tantangan baru bagi USCG dan ABYC karena mengambil sebagian kendali dari kapten.

Secara teknis, sistem otomatis seperti ini masuk dalam ABYC Standard P-28 seperti halnya joystick. ABYC juga tengah menyiapkan technical report khusus untuk ADAs agar perkembangan teknologi tetap sejalan dengan pengalaman berlayar yang aman.

Bobot outboard ikut memaksa penyesuaian standar

Perubahan lain datang dari mesin tempel yang terus membesar dan bertambah berat. Pergeseran dari outboard dua-tak ke empat-tak membuat bobot mesin naik signifikan, terutama saat dua mesin besar dipasang di buritan.

ABYC menyesuaikan Standard S-30 pada 2015 untuk mencerminkan bobot mesin tempel modern. Penyesuaian ini penting khususnya untuk perahu di bawah 26 kaki, karena builder harus menyesuaikan flotation dan capacity plate dengan mesin yang makin besar.

Goodwin menekankan bahwa standar harus terus diperbarui saat ukuran dan tenaga outboard meningkat. Dari 200 hp ke 400 hp hingga 600 hp, aturan keselamatan perlu tetap relevan agar kapal tidak kehilangan keseimbangan atau perlindungan dasar akibat perubahan desain tenaga penggerak.

Exit mobile version