Tekanan Penjualan Memaksa Maserati Melirik Huawei Dan JAC, EV Baru Bisa Lahir Dari China

Di tengah tekanan bisnis yang makin berat, Maserati tampaknya sedang mencari jalur yang lebih cepat untuk masuk ke era kendaraan listrik. Opsi yang paling mencuri perhatian adalah kemungkinan keterlibatan Huawei dan JAC Motors dalam pengembangan EV baru untuk merek Italia itu.

Jika skema ini benar-benar berjalan, posisi Maserati tidak lagi sama seperti pola tradisionalnya. Dalam pembahasan yang beredar, Huawei akan menangani teknologi inti kendaraan sekaligus perencanaan produk, sementara JAC mengurus riset, pengembangan, sampai manufaktur.

Peran Maserati sendiri disebut bisa dibuat jauh lebih terbatas. Merek tersebut dikabarkan hanya akan memegang desain dan identitas merek, sehingga arah produk baru itu akan sangat dipengaruhi oleh ekosistem otomotif China.

Pendekatan semacam ini juga membuka kemungkinan model baru tersebut dipasarkan di China dengan nama Maextro. Setelah itu, mobil yang sama disebut bisa masuk ke pasar global dengan logo Maserati melalui strategi rebadge atau desain ulang.

Rumor soal kerja sama ini muncul ketika Maserati sedang menghadapi kondisi pasar yang tidak mudah. Sepanjang 2025, penjualan global merek asal Italia itu tercatat hanya 11.127 unit.

Angka tersebut turun 58 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Di China, penjualannya bahkan hanya sedikit di atas 1.000 unit, yang menunjukkan tekanan di salah satu pasar penting mereka.

Saat dimintai tanggapan, Stellantis memberi jawaban singkat kepada Carscoops. Perusahaan menyebut diskusi dengan berbagai pelaku industri sebagai bagian dari aktivitas bisnis normal untuk mencari pilihan mobilitas terbaik bagi pelanggan.

Stellantis juga menegaskan bahwa pihaknya tidak mengomentari spekulasi. Karena itu, kabar pembicaraan dengan Huawei dan JAC masih berada di level rumor, meski detail yang beredar sudah menarik perhatian besar.

Kolaborasi dengan perusahaan China sendiri bukan hal asing bagi Stellantis. Grup otomotif itu sudah memegang 21 persen saham Leapmotor sejak 2023.

Kerja sama tersebut bahkan baru-baru ini diperluas untuk memproduksi model EV baru di Eropa. Langkah itu memperlihatkan Stellantis memang aktif mencari jalur kerja sama baru di pasar kendaraan listrik.

Dalam konteks itu, rumor pendekatan ke Huawei dan JAC terasa sejalan dengan arah strategi yang lebih luas. Bagi Maserati, opsi tersebut bisa menjadi jalan cepat untuk memperbarui jajaran produk listrik di tengah persaingan yang semakin ketat.

Namun hingga kini belum ada konfirmasi resmi yang menyebut kerja sama dengan Huawei dan JAC sudah masuk tahap final. Situasi ini membuat masa depan elektrifikasi Maserati masih terbuka, tetapi arah pembahasannya sudah jelas bergerak ke kemungkinan yang lebih dekat dengan teknologi dan manufaktur China.

Source: www.bincangbincangmobil.com

Baca Juga

Back to top button