Musim singkat Thales Lira di Persija Jakarta meninggalkan kisah yang lebih besar daripada sekadar statistik pertandingan. Bek asal Brasil itu menutup kebersamaan dengan rasa bangga, setelah melewati tekanan besar dan tetap memberi kontribusi penting di lini belakang Macan Kemayoran.
Thales resmi berpamitan usai Super League 2025/2026 berakhir. Keputusan itu mengakhiri masa pinjaman sang pemain dari Arema FC, yang dimulai menjelang musim 2025/2026.
Peran di jantung pertahanan
Di Persija, Thales langsung ditempatkan sebagai salah satu opsi penting untuk memperkuat pertahanan. Pemain berusia 33 tahun itu beberapa kali mendapat kepercayaan Mauricio Souza untuk bermain bersama Rizky Ridho di pusat lini belakang.
Kehadirannya membantu Persija tampil lebih solid dalam persaingan papan atas. Dalam satu musim, Thales mencatat 20 penampilan dan ikut mengantar tim finis di posisi ketiga klasemen akhir dengan 71 poin.
Tekanan besar di klub sebesar Persija
Selama berkostum Persija, Thales mengaku mendapat banyak pelajaran berharga. Ia merasakan langsung beratnya tuntutan yang melekat pada klub besar dan menyadari bahwa setiap penampilan menuntut ketenangan, karakter, dan profesionalisme.
Dalam pesan perpisahannya, Thales menyinggung bahwa tekanan tidak selalu terlihat dari luar. Ia menegaskan bahwa dirinya berusaha memberikan kemampuan terbaik di setiap kesempatan, meski tidak semua hal bisa tertangkap publik.
Pesan pamit yang penuh makna
Unggahan yang dikutip klub memperlihatkan sisi emosional dari perpisahan itu. Thales menulis, “Hari ini menandai berakhirnya musim ini,” sebagai penanda bahwa satu periode penting dalam kariernya di Jakarta sudah selesai.
Ia juga berbicara soal arti kepemimpinan ketika situasi sulit datang. Menurut Thales, pemimpin sejati bukan hanya hadir saat keadaan baik, tetapi juga tetap tenang ketika tekanan datang dari berbagai arah.
Dalam pesan yang sama, ia menegaskan bahwa dedikasi dan komitmennya kepada tim tidak pernah berubah. Ia menyebut dirinya tetap teguh menjalankan tanggung jawab meski harus berhadapan dengan kritik.
Meninggalkan jejak, meski singkat
Bagi Thales, satu musim di Persija bukan hanya soal hasil akhir di klasemen. Ia menyebut pengalaman itu membuat dirinya pulang sebagai pribadi yang lebih kuat setelah melewati banyak tantangan.
Bagi Persija, kepergian Thales menutup kerja sama yang berakhir dengan capaian positif di papan atas. Sementara itu, sang bek belum memastikan langkah berikutnya dalam kariernya setelah meninggalkan Jakarta.
Ia juga belum menentukan apakah akan kembali ke Arema FC atau memilih opsi lain untuk musim depan. Situasi itu membuat masa depannya masih terbuka, meski perpisahannya dengan Persija sudah resmi diumumkan.
Source: www.suara.com




