Laga Millonarios melawan São Paulo di Stadion Nemesio Camacho El Campín menjadi salah satu pertandingan yang paling menentukan di fase grup CONMEBOL Sudamericana. Duel yang dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 28 April, pukul 7.30 malam itu membawa beban besar bagi tuan rumah karena hasilnya ikut memengaruhi persaingan di Grup C.
Millonarios tidak hanya membutuhkan poin, tetapi juga dorongan dari para pemain yang sudah akrab dengan ritme tim. Di antara nama yang mendapat sorotan ada Carlos Sarabia dan Beckham Castro, dua pemain asal Cartagena yang masuk dalam daftar skuad dan berpeluang memegang peran penting saat menghadapi wakil Brasil tersebut.
Peran Sarabia dan Beckham di skuad
Carlos Sarabia datang dengan catatan yang cukup stabil sepanjang musim ini. Ia sudah tampil 16 kali pada 2026, dengan rincian 14 laga liga dan 2 pertandingan Sudamericana, serta menyumbang satu gol dan dua assist.
Beckham Castro juga menunjukkan kontribusi yang menonjol. Dari 17 penampilan, yang terdiri atas 14 laga liga dan 3 laga Sudamericana, ia sudah mencetak tiga gol dan tiga assist.
Catatan keduanya membuat Millonarios memiliki opsi yang lebih hidup di lini serang. Dalam laga yang menuntut efisiensi dan ketenangan seperti melawan São Paulo, keberadaan pemain yang terbiasa bermain bersama tim bisa menjadi pembeda bagi Alberto Gamero saat menyusun rencana pertandingan.
Situasi grup membuat laga terasa lebih berat
Persaingan di Grup C membuat Millonarios tidak punya banyak ruang untuk kehilangan angka. Dari dua pertandingan sebelumnya, tim asal Bogotá itu mencatat satu kemenangan dan satu kekalahan, masing-masing saat berhadapan dengan O’Higgins dan Boston River.
Hasil tersebut menempatkan laga kontra São Paulo sebagai ujian yang sangat penting. Millonarios perlu menambah poin agar peluang untuk tetap bersaing di grup ini tidak semakin menipis, terlebih ketika setiap hasil kini langsung berdampak pada posisi mereka.
Bermain di El Campín memberi keuntungan tersendiri bagi tuan rumah. Dukungan suporter di Bogotá dapat membantu Millonarios tampil lebih berani sejak awal, terutama ketika mereka mencoba menekan lawan dan mencari momentum untuk mengamankan hasil positif.
São Paulo datang tanpa kekalahan
Di sisi lain, São Paulo tiba di Bogotá dengan modal yang lebih kuat. Klub asal Brasil itu memenangi dua laga awal fase grup sehingga berada di puncak Grup C dan membawa status tak terkalahkan ke pertandingan ini.
Start yang sempurna tersebut membuat São Paulo tampak lebih percaya diri. Konsistensi mereka di awal fase grup menegaskan bahwa Millonarios harus tampil disiplin, karena lawan datang bukan hanya dengan kualitas, tetapi juga dengan stabilitas permainan yang sudah terlihat sejak pertandingan pembuka.
Dengan situasi seperti ini, duel di El Campín menjadi ajang penting bagi kedua pihak. São Paulo ingin mempertahankan posisi teratas, sedangkan Millonarios berusaha memanfaatkan laga kandang untuk menjaga peluang mereka tetap hidup.
Jejak pertemuan yang masih diingat
Pertandingan ini juga membawa ingatan pada pertemuan lama kedua tim di ajang yang sama. Pada perempat final Copa Sudamericana 2007, Millonarios pernah menyingkirkan São Paulo setelah menang di dua leg.
Catatan itu memang tidak mengubah kondisi pertandingan saat ini, tetapi tetap memberi konteks bahwa Millonarios pernah berhasil melewati wakil Brasil tersebut. Karena itu, duel di Bogotá kembali menjadi laga bernilai tinggi, baik dari sisi persaingan grup maupun dari sisi gengsi.
Dengan Sarabia dan Beckham Castro tersedia dalam skuad, Millonarios berharap bisa menemukan kombinasi yang tepat untuk memberi tekanan kepada São Paulo. Laga di El Campín pun menjadi kesempatan bagi tuan rumah untuk memadukan dukungan kandang, kontribusi pemain lokal, dan kebutuhan poin dalam satu pertandingan yang sangat menentukan.
Source: primertiempo.co




