Taruhan Informasi Rahasia Google Menyeret Insinyur Ke Pengadilan, Terancam 50 Tahun Penjara

Kasus yang menjerat seorang insinyur Google ini bukan sekadar soal taruhan di platform prediksi. Perkara tersebut kini berubah menjadi ujian besar tentang batas penggunaan informasi internal perusahaan di tengah tumbuhnya minat pada pasar seperti Polymarket.

Departemen Kehakiman AS mendakwa Michele Spagnuolo, warga negara Italia berusia 36 tahun yang tinggal di Swiss, karena diduga memanfaatkan data rahasia Google untuk memasang posisi taruhan. Otoritas menilai ia bisa menghadapi hukuman hingga 50 tahun penjara jika seluruh dakwaan yang dikenakan terbukti di pengadilan.

Spagnuolo disebut memakai akun Polymarket bernama samaran “AlphaRaccoon”. Akun itu dibuat pada Mei 2024, lalu menurut jaksa digunakan untuk memasang taruhan sekitar $2,75 juta pada pasar yang berkaitan dengan informasi internal Google antara 15 Oktober 2025 hingga 4 Desember 2025.

Polymarket sendiri dikenal sebagai platform pasar prediksi yang memungkinkan pengguna bertaruh pada berbagai peristiwa. Di sana, pengguna bisa mengambil posisi atas topik seperti peluncuran model AI baru dari Google atau OpenAI, hingga valuasi perusahaan pada tanggal tertentu.

Jaksa AS menyebut Spagnuolo punya akses ke sistem data internal Google. Ia juga diduga dapat menggunakan alat perangkat lunak internal yang menampilkan data rahasia dan non-publik, dengan banner bertuliskan “Google Confidential” berwarna merah.

Dalam dakwaan, Spagnuolo disebut memahami kebijakan kerahasiaan dan etika Google. Informasi yang tidak boleh keluar itu kemudian diduga dipakai untuk menyusun taruhan yang baru menguntungkan setelah data terkait diumumkan ke publik.

Salah satu kontrak yang disorot adalah prediksi bahwa penyanyi D4vd akan menjadi orang yang paling banyak dicari di Google pada 2025. Akun AlphaRaccoon juga disebut tepat menebak beberapa kontrak lain, termasuk pertanyaan apakah Zohran Mamdani akan masuk lima besar pencarian terbanyak dan apakah Squid Game akan menjadi acara TV yang paling banyak dicari.

Setelah Google mengumumkan hasil Year in Search 2025 sekitar 4 Desember 2025, taruhan yang dipasang akun itu disebut menghasilkan laba sekitar $1,2 juta. Jaksa menilai pola tersebut memperlihatkan pemanfaatan informasi non-publik untuk keuntungan pribadi di pasar prediksi.

Selain dakwaan berdasarkan Commodity Exchange Act, Spagnuolo juga menghadapi tuduhan wire fraud dan pencucian uang. Kombinasi dakwaan itu membawa ancaman hukuman maksimum 50 tahun penjara, sementara ia juga berhadapan dengan gugatan perdata dari Commodity Futures Trading Commission atas tuduhan insider trading.

Spagnuolo ditangkap pada Rabu pagi di New York. Setelah itu, ia hadir di hadapan hakim magistrat federal, belum mengajukan pengakuan bersalah, dan dibebaskan dengan jaminan $2,25 juta.

Jaksa AS Jay Clayton mengatakan kasus ini menegaskan pesan lama bahwa orang dalam korporasi tidak boleh menggunakan informasi bisnis rahasia untuk mencari untung di pasar. Pernyataan itu menempatkan perkara ini sebagai bagian dari penegakan aturan pasar yang lebih luas, bukan hanya urusan internal perusahaan teknologi.

Google menyatakan karyawan tersebut mengakses materi pemasaran melalui alat yang tersedia bagi seluruh karyawan. Meski begitu, perusahaan menegaskan bahwa penggunaan informasi rahasia untuk memasang taruhan merupakan pelanggaran serius terhadap kebijakannya, dan Spagnuolo telah dibebastugaskan sementara.

Nama Spagnuolo juga dikaitkan dengan tim yang membuat “inventory of AI Agents across Alphabet/Google”, menurut profil LinkedIn-nya. Di sisi lain, kasus ini ikut menguatkan sorotan terhadap potensi penyalahgunaan informasi rahasia di pasar prediksi, terlebih setelah Gedung Putih awal tahun ini memperingatkan staf agar tidak memakai informasi orang dalam untuk bertaruh di platform semacam itu.

Polymarket menyatakan berkomitmen menjaga pasar yang akurat, adil, dan transparan. Platform itu juga mengatakan akan menegakkan aturannya sambil bekerja sama dengan regulator dan aparat penegak hukum.

Source: www.indiatoday.in
Exit mobile version