Google memilih jalur yang berbeda lewat Fitbit Air, wearable yang justru tidak punya layar sama sekali. Di saat banyak perangkat dipenuhi notifikasi dan tampilan visual, produk ini lebih menonjolkan pemantauan kesehatan yang berjalan tenang di latar belakang.
Langkah itu membuat Fitbit Air tidak terasa seperti smartwatch biasa. Google tampak ingin menawarkan pelacak kebugaran yang lebih ringan, lebih ringkas, dan tidak mengganggu aktivitas harian dengan bentuk perangkat yang besar di pergelangan tangan.
Desain tipis untuk penggunaan yang nyaris tak terasa
Secara tampilan, Fitbit Air mengambil inspirasi dari band kebugaran Whoop. Bedanya, perangkat ini disebut hampir setengah lebih ramping dibanding band Whoop, sehingga kesan tipisnya lebih kuat saat dipakai harian.
Bagian utamanya memakai rumah berbentuk pebble dari bahan plastik. Talinya menggunakan material tekstil dan dilengkapi buckle stainless steel agar tetap ringkas sekaligus fungsional.
Google menyiapkan empat warna utama untuk perangkat ini, yaitu Obsidian, Lavender, Berry, dan Fog. Ada juga edisi khusus Stephen Curry dengan warna abu-abu dan aksen oranye.
Sensor tetap lengkap meski tanpa layar
Walau tampil minimalis, Fitbit Air tetap membawa perlengkapan sensor yang cukup lengkap untuk pelacak kebugaran. Perangkat ini dibekali sensor detak jantung optik, sensor SpO2, sensor suhu, akselerometer 3 sumbu yang dipadukan dengan gyroscope, serta motor haptik.
Kombinasi itu membuat pelacakan kesehatan dasar dan aktivitas harian tetap berjalan tanpa kehadiran layar. Google menempatkannya sebagai perangkat yang bekerja diam-diam di latar belakang, bukan sebagai pusat interaksi visual.
Pendekatan ini juga sejalan dengan pembaruan aplikasi Fitbit ke Google Health. Identitas perangkat ini ikut bergeser bersama perubahan tersebut, meski tetap mempertahankan fokus pada pemantauan kebugaran.
Baterai panjang jadi salah satu nilai jual utama
Daya tahan baterai menjadi salah satu daya tarik terbesar Fitbit Air. Google menjanjikan perangkat ini mampu bertahan hingga 7 hari dalam sekali pengisian, meski kapasitas baterainya tidak diungkap.
Proses pengisian penuh disebut memakan waktu 90 menit. Google juga mengklaim pengisian selama 5 menit sudah cukup untuk memberi daya selama satu hari pemakaian.
Janji semacam ini penting untuk wearable tanpa layar yang memang dirancang dipakai hampir sepanjang hari. Pengguna pun tidak perlu terlalu sering melepas perangkat hanya untuk mengisi ulang baterai.
Harga dan layanan tambahan yang ikut disiapkan
Fitbit Air dijual dengan harga mulai $99.99 untuk versi standar. Sementara itu, edisi terbatas Stephen Curry dipasarkan di harga $129.99.
Google juga menyertakan langganan Health Premium gratis selama tiga bulan bagi pembeli Fitbit Air. Di sisi perangkat lunak, aplikasi Health yang baru membawa personal health coaching berbasis Gemini sebagai bagian dari pengalaman pemakaian.
Selain perangkat utama, Google turut menjual aksesori band tambahan. Pilihannya mencakup Performance, Active, dan Elevated Modern bands, dengan harga tambahan $35 dan $50 tergantung model.
| Produk | Harga |
|---|---|
| Fitbit Air | $99.99 |
| Fitbit Air Stephen Curry Edition | $129.99 |
| Accessory bands | $35 / $50 |
Kehadiran aksesori itu menunjukkan bahwa Fitbit Air juga disiapkan sebagai perangkat gaya hidup. Opsi tali tambahan memberi ruang bagi pengguna untuk menyesuaikan perangkat dengan kebutuhan olahraga maupun pemakaian kasual.
Baru tersedia di pasar AS
Saat ini Google sudah membuka pre-order Fitbit Air melalui toko resminya di AS. Penjualan perangkat dijadwalkan mulai tersedia pada May 26, 2026.
Untuk sementara, Fitbit Air baru tersedia di pasar AS. Belum ada informasi mengenai rencana peluncuran ke negara lain, termasuk India.
Peluncuran ini menempatkan Fitbit Air sebagai produk yang berbeda di lini wearable Google. Alih-alih menambah fitur smartwatch, Google justru memilih format pelacak kebugaran tanpa layar dengan fokus pada kenyamanan pemakaian harian.
Source: gadgets.beebom.com