Peta kekuatan di Grup A AFF tampaknya mulai dibaca berbeda oleh media Vietnam. Mereka menilai Timnas Indonesia datang dengan skuad yang belum menampilkan kekuatan penuh karena komposisinya lebih banyak diisi pemain dari kompetisi domestik.
Penilaian itu muncul setelah PSSI merilis 23 pemain untuk pemusatan latihan awal menuju turnamen tersebut. Dari daftar yang ada, hanya Marselino Ferdinan yang tercatat sebagai pemain abroad, sementara sebagian besar nama lain berasal dari klub-klub di Indonesia.
Skuad yang terlihat lebih lokal
Kesan itu makin kuat karena beberapa pemain naturalisasi yang dipanggil juga saat ini bermain di kompetisi lokal. Shayne Pattynama, Thom Haye, Jens Raven, dan Marc Klok termasuk dalam kelompok pemain yang membela klub di Tanah Air.
Situasi tersebut membuat media Vietnam membaca Indonesia sebagai tim yang belum menurunkan kekuatan paling menakutkan. Bagi mereka, susunan yang ada belum cukup untuk disebut sebagai komposisi terbaik jelang persaingan di kawasan Asia Tenggara.
Sorotan Vietnam tertuju pada satu pemain abroad
Media Thanh Nien menyoroti bahwa hanya ada satu pemain Indonesia yang berkarier di luar negeri, yakni Marselino Ferdinan bersama AS Trencin di Slovakia. Klub yang dibela Marselino juga disebut bukan klub besar di negara Eropa Timur tersebut.
Perbandingan itu kemudian dipakai untuk menegaskan bahwa Indonesia tidak tampil dengan skuad terkuat. Mereka juga menilai absennya pemain naturalisasi kelas utama yang bermain di kompetisi elite Eropa akan menjadi kelemahan terbesar skuad Merah Putih.
Vietnam mencoba tampil lebih siap
Di sisi lain, media Vietnam berusaha menunjukkan bahwa negaranya memiliki modal pengalaman yang lebih baik. Nguyen Filip disebut pernah bermain di liga Republik Ceko, sementara Le Giang Patrik memiliki pengalaman bersama klub-klub di Ceko dan Slovakia.
Thanh Nien juga menilai kualitas pemain naturalisasi Belanda di Indonesia tidak lebih baik daripada pemain Vietnam. Mereka menyebut perbedaan utama hanya ada pada postur tubuh, dan aspek itu dinilai tidak lagi menjadi keunggulan yang menentukan.
Indonesia belum membuka semua kartu
Kesan bahwa Indonesia tidak menurunkan susunan penuh juga dipengaruhi keputusan tim pelatih. Jay Idzes, Kevin Diks, dan Maarten Paes tidak dimasukkan dalam persiapan kali ini karena diarahkan fokus pada laga FIFA Matchday melawan Oman pada bulan Juni nanti.
Karena itu, skuad yang dipanggil memang terlihat lebih lokal dan tidak semewah yang dibayangkan sebagian pihak. Namun dari sisi strategi, langkah tersebut menunjukkan Indonesia belum memperlihatkan seluruh kekuatan sebelum turnamen dimulai.
Piala AFF 2026 sendiri dijadwalkan berlangsung pada 24 Juli hingga 26 Agustus. Indonesia berada di Grup A bersama Vietnam, Singapura, Kamboja, serta Brunei Darussalam atau Timor Leste, sehingga persaingan menuju fase gugur diperkirakan ketat sejak awal.
Source: www.suara.com