Tanpa Bumbu Kacang, Sate Maranggi Daging Kurban Ala Chef Devina Tetap Empuk dan Kaya Rasa

Sate untuk daging kurban tidak selalu harus hadir dengan bumbu kacang. Pada versi sate maranggi ala Chef Devina Hermawan, rasa justru dibangun dari marinasi rempah yang meresap ke serat daging dan menghasilkan perpaduan gurih, manis, asam, serta sedikit pedas.

Pilihan ini cocok untuk momen Iduladha saat banyak rumah mencari cara mengolah daging agar terasa berbeda. Dengan teknik yang tepat, daging has dalam bisa berubah menjadi sate yang empuk dan tetap menarik saat disajikan hangat.

Kunci ada pada marinasi

Sate maranggi dikenal sebagai kuliner khas Purwakarta dan juga populer di Cianjur, Jawa Barat. Ciri utamanya terletak pada proses perendaman bumbu sebelum dibakar, lalu disajikan bersama sambal tomat yang segar.

Pada resep ini, bahan utama yang dipakai adalah 300 gram daging has dalam untuk 12 tusuk. Pemilihan potongan daging tersebut membantu hasil akhir terasa lebih kaya dibanding sate biasa.

Bumbu halus yang digunakan terdiri dari 6 siung bawang putih, 10 siung bawang merah, 3 cm lengkuas iris, 2 sdt ketumbar sangrai, 3 sdm air asam jawa, 4 sdm kecap manis, 1 sdm gula merah, 1 sdt garam, 1 sdt merica, dan ½ sdt kaldu jamur. Kombinasi ini memberi rasa yang seimbang ketika daging masuk ke proses pembakaran.

Tekstur empuk dimulai dari potongan daging

Agar hasilnya lembut, daging diiris memanjang dengan lebar kurang lebih seukuran jari. Potongan itu kemudian dibuat melawan serat supaya lebih mudah empuk saat matang.

Setelah dipotong, semua bumbu halus diblender lalu dicampurkan ke daging. Daging perlu dimarinasi selama 1–2 jam agar bumbunya benar-benar meresap sebelum dibakar.

Tusukan sate juga tidak dipasang sembarangan. Devina menyarankan susunan zig-zag agar tampilan lebih rapi dan kematangan lebih merata saat dipanggang.

Cara membakar ikut menentukan hasil

Sate bisa dipanggang menggunakan griller, dan permukaannya perlu diolesi sedikit minyak atau lemak sapi supaya daging tidak lengket. Cara panggang tradisional juga tetap bisa dipakai sesuai kebiasaan di rumah.

Selama dibakar, kedua sisi sate diolesi bumbu halus agar rasa rempahnya makin kuat. Tingkat kematangan dapat disesuaikan dengan selera, tetapi sate paling enak disajikan saat masih hangat.

Sambal tomat memberi penyeimbang rasa

Sebagai pelengkap, sate maranggi ini disajikan dengan sambal tomat. Bahan yang disiapkan meliputi 2 buah tomat, 5 cabai rawit merah, 15 cabai rawit hijau, 1 siung bawang putih, 3 siung bawang merah, 2 buah jeruk limau, ½ sdt garam, dan 1 sdt gula.

Untuk membuatnya, bawang putih dan garam diulek lebih dulu hingga halus. Setelah itu, cabai rawit merah dan hijau dimasukkan, lalu tomat, gula, dan perasan jeruk limau ditambahkan agar aroma serta kesegarannya keluar.

Perpaduan marinasi rempah dan sambal tomat membuat sate maranggi terasa padat rasa. Di satu sisi ada karakter manis-gurih dari bumbu daging, sementara di sisi lain ada sentuhan segar dari tomat dan jeruk limau yang menutup hidangan dengan seimbang.

Source: www.beautynesia.id
Exit mobile version