Tak Dipakai Lama, Switch 2 Berisiko Kehilangan Daya Baterai dan Sulit Diisi Lagi

Bagi pemilik Switch 2, perhatian pada baterai ternyata tidak berhenti saat konsol sedang dipakai. Nintendo justru menekankan bahwa perangkat ini sebaiknya tidak dibiarkan terlalu lama menganggur, karena baterai lithium-ion di dalamnya perlu tetap mendapat pengisian secara berkala agar kondisinya aman.

Imbauan itu mengarah pada satu kebiasaan sederhana: menyalakan atau mengisi daya konsol setidaknya sekali dalam enam bulan. Jika perangkat dibiarkan terlalu lama tanpa dipakai dan tanpa diisi ulang, baterainya dapat kehilangan kemampuan mengisi daya secara normal dan umur pakainya ikut menurun.

Nintendo Support menyampaikan peringatan tersebut lewat unggahan berbahasa Jepang yang kemudian disorot Genki. Dalam penjelasannya, baterai lithium-ion bawaan pada konsol game dan perangkat sejenis dapat menjadi tidak bisa diisi ulang apabila terlalu lama tidak digunakan dan tidak mendapat daya.

Risiko saat konsol disimpan terlalu lama

Saat Switch 2 didiamkan, daya baterai akan terus turun perlahan. Jika muatannya sampai habis 0%, konsol genggam itu bisa saja tidak menyala lagi meski sudah dicolokkan ke pengisi daya.

Dalam kondisi lain, perangkat mungkin masih bisa hidup, tetapi performa baterainya sudah tergerus. Akibatnya, pengguna harus lebih sering mengisi ulang karena daya tahan baterai tidak lagi sepanjang semula.

Nintendo memang tidak secara langsung menyebut baterai membengkak dalam imbauan itu. Namun, baterai lithium-ion memang dikenal bisa mengalami pembengkakan, dan kondisi tersebut berisiko karena dipicu penumpukan gas di dalam sel baterai.

Sejauh ini, laporan soal unit Switch 2 yang terlihat menggembung masih tergolong sporadis. Salah satu alasannya, perangkat ini masih relatif baru sehingga kasus yang muncul belum banyak terlihat.

Ada langkah tambahan untuk menjaga daya tahan

Nintendo juga menyediakan opsi di pengaturan perangkat untuk menghentikan pengisian daya di sekitar 90%. Fitur ini ditujukan untuk membantu menjaga kapasitas baterai dalam jangka panjang.

Pembatasan pengisian seperti itu terutama berguna pada perangkat yang sering melewati banyak siklus isi ulang. Meski sederhana, pengaturan ini bisa membantu mengurangi beban pada baterai selama pemakaian rutin.

Selain soal pengisian, cara menyimpan konsol juga ikut menentukan kesehatan baterai. Nintendo menyarankan perangkat disimpan dengan daya sekitar 40% hingga 60% di tempat yang sejuk dan kering.

Masalah kecil yang bisa jadi merepotkan

Banyak pemilik konsol genggam terbiasa menyimpan perangkat dalam keadaan kosong di laci atau lemari, lalu baru mencoba menyalakannya lagi setelah berbulan-bulan. Pada perangkat dengan baterai tanam, kebiasaan seperti ini bisa menimbulkan persoalan yang lebih rumit.

Jika baterai sudah turun sangat jauh atau mengalami masalah, pengguna tidak selalu bisa menyelesaikannya sendiri dengan cepat. Karena itu, menjaga baterai sejak awal menjadi langkah paling praktis untuk mencegah gangguan saat ingin kembali memakai konsol.

Nintendo juga telah mengungkap rencana untuk merancang ulang handheld terbarunya agar lebih mudah diperbaiki. Langkah tersebut disebut sebagai respons terhadap regulasi hak untuk memperbaiki di Uni Eropa, meski wilayah lain belum tentu mendapat revisi yang sama.

Bagi pengguna yang jarang menyentuh Switch 2 selama berbulan-bulan, mengecek daya secara berkala tetap menjadi kebiasaan yang berguna. Dengan begitu, risiko baterai drop, sulit diisi, atau mengalami masalah fisik seperti pembengkakan bisa ditekan sejak awal.

Source: www.notebookcheck.net

Baca Juga

Back to top button