BYD Atto 3 terbaru datang dengan perubahan yang jauh lebih dalam daripada sekadar penyegaran tampilan. SUV listrik ini naik kelas lewat penggerak roda belakang, platform baru, dan paket fitur yang membuatnya terasa lebih matang di segmen crossover listrik menengah.
Langkah itu juga penting karena Atto 3 merupakan salah satu model BYD yang populer di Indonesia. Di pasar China, mobil ini dipasarkan dengan harga 119.900 yuan hingga 149.900 yuan, sebuah rentang yang tetap agresif meski isi teknologinya dibuat jauh lebih serius.
Penggerak baru dan tenaga lebih besar
Perubahan paling terasa ada di sisi penggerak. Atto 3 generasi terbaru kini memakai konfigurasi RWD, berbeda dari karakter sebelumnya, untuk memberi rasa kendali yang lebih baik dan pengalaman berkendara yang lebih dinamis.
BYD juga menyiapkan dua opsi motor listrik. Varian pertama menghasilkan 200 kW atau sekitar 268 Tk, sedangkan varian yang lebih tinggi mencapai 240 kW yang setara sekitar 321 Tk.
Platform dan baterai ikut naik level
Fondasi mobil ini juga berubah total lewat e-Platform 3.0 Evo. Platform tersebut dipasangkan dengan Blade Battery generasi kedua agar efisiensi, kestabilan suhu, dan keselamatan penggunaan jangka panjang bisa meningkat.
Pilihan baterainya terdiri dari 57,5 kWh dan 68,5 kWh. Dalam pengujian CLTC, jarak tempuhnya berada di kisaran 540 km sampai 630 km dalam sekali pengisian penuh.
Kemampuan pengisian daya juga diklaim lebih baik berkat teknologi terbaru dari BYD. Dengan paket ini, Atto 3 terbaru tidak hanya mengejar performa, tetapi juga diposisikan sebagai SUV listrik harian yang lebih siap dipakai.
Sasis dan kontrol berkendara lebih matang
Untuk menunjang karakter barunya, BYD menggunakan suspensi depan MacPherson Strut independen dan suspensi belakang five-link. Kombinasi ini dilengkapi DiSus-C, iTAC 2.0, dan Tyre Balance Control untuk menjaga traksi serta kestabilan mobil.
Kehadiran sistem-sistem itu membuat arah pengembangan Atto 3 terasa lebih fokus. Mobil ini tidak lagi hanya bermain di ranah efisiensi, tetapi juga mengutamakan rasa aman dan kontrol yang lebih presisi.
Bantuan berkendara makin canggih
Pada varian tertinggi, BYD memasang sistem ADAS DiPilot 300 “God’s Eye B”. Sistem ini memanfaatkan Lidar dan total 30 sensor radar yang tersebar di sekeliling mobil.
Fungsinya mencakup bantuan berkendara semi-otonom di jalan tol maupun di area perkotaan. Ada pula fitur parkir otomatis dengan tingkat presisi yang lebih tinggi.
Desain eksterior dan kabin dibuat lebih mewah
Secara tampilan, identitas Dragon Face masih dipertahankan, tetapi eksekusinya dibuat lebih rapi. Bagian depan kini terlihat lebih datar dengan lampu utama yang lebih ramping, sementara sisi samping memakai gagang pintu semi-hidden agar kesan aerodinamis lebih kuat.
Bagian belakang juga mendapat lampu full-width blade dengan elemen pencahayaan berpola anyaman. BYD menawarkan sembilan kombinasi warna eksterior, termasuk opsi two-tone seperti Fantasy Pink, Trendy Blue, dan Green.
Dimensinya tercatat memiliki panjang 4.665 mm, lebar 1.895 mm, dan tinggi 1.675 mm. Wheelbase 2.770 mm menjadi dasar bagi proporsi kabin dan kenyamanan penumpang.
Masuk ke dalam, nuansa futuristis langsung terasa lewat layar sentuh floating besar dengan sistem hiburan DiLink terbaru. Setir two-spoke minimalis dan pemindahan tuas transmisi ke kolom kemudi membuat area tengah terlihat lebih lapang dan lebih rapi.
Fitur kenyamanan juga dibuat lebih lengkap dengan jok depan elektrik “Queen Seat” yang punya penopang kaki, ventilasi, dan pemanas. Ada pula pengisian daya nirkabel 50W, Head-Up Display, sistem audio premium 16 speaker, kotak pendingin, laci penyimpanan di bawah jok baris kedua, tempat kacamata, dan kompartemen tisu terintegrasi.
Untuk ruang kargo, BYD menyediakan frunk elektrik 180 liter dan bagasi belakang dengan kapasitas maksimum 750 liter. Semua pembaruan itu membuat Atto 3 terbaru tampil sebagai SUV listrik yang bergerak lebih dekat ke wilayah premium tanpa melepaskan posisi harganya yang masih sulit diabaikan.