BYD Ti7 datang dengan pendekatan yang tidak biasa untuk ukuran SUV keluarga. Mobil ini menawarkan kabin tujuh penumpang, tenaga hybrid lebih dari 600 dk, dan jarak tempuh listrik murni hingga 127 km, lalu dibungkus dalam bodi besar bergaya kotak yang langsung mengarah ke segmen SUV petualang.
Dengan paket seperti itu, Ti7 diposisikan untuk menantang nama-nama mapan di kelas yang sama, termasuk Land Rover Defender 110 dan Toyota Land Cruiser 300. Kehadirannya menunjukkan bahwa BYD tidak hanya ingin bermain di ranah SUV urban, tetapi juga masuk ke area yang menuntut tampilan tangguh dan performa kuat.
Desain yang sengaja dibuat berkarakter off-road
Di pasar asalnya, Ti7 berada di bawah sub-brand off-road BYD, Fangchengbao. Identitas itu terlihat jelas dari bahasa desain yang dipilih, karena mobil ini tidak dibuat dengan pendekatan SUV kota yang halus dan minimalis.
Bagian depan memakai lampu utama LED model terpisah berukuran kecil, dipadukan dengan lubang udara hitam sederhana dan bemper gelap. Dari kombinasi itu, Ti7 memunculkan kesan kokoh yang biasanya dicari pada SUV berkarakter petualang.
Profil sampingnya juga dibuat tegas. Over fender berbentuk kotak, gagang pintu yang terlihat kuat, atap kaca panoramik, serta kompartemen ban cadangan di pintu bagasi belakang membuat tampilannya terasa fungsional sekaligus gagah.
Secara ukuran, Ti7 bahkan sedikit lebih besar dari Defender 110. Panjangnya 4.999 mm, lebarnya 1.995 mm, tingginya 1.865 mm, dan wheelbase mencapai 2.920 mm.
Kabin luas untuk tujuh orang
Dimensi besar itu menjadi dasar bagi konfigurasi tujuh penumpang yang menjadi salah satu nilai jual utama. BYD tampaknya menargetkan pembeli yang membutuhkan ruang lega tanpa harus mengorbankan tampilan premium dan karakter kuat.
Posisi tersebut membuat Ti7 menarik bagi keluarga yang ingin SUV besar dengan fungsi harian yang tetap praktis. Pada saat yang sama, model ini tetap menjaga aura petualang agar tidak terlihat seperti SUV keluarga biasa.
Bukan sasis tangga, melainkan unibody
Salah satu poin penting pada Ti7 ada di konstruksinya. Berbeda dari B5 atau B8 yang memakai sasis tangga, Ti7 justru dibangun di atas platform unibody.
Pilihan ini membuat arah pengembangan Ti7 lebih dekat ke SUV modern yang mengutamakan kenyamanan berkendara. Karakter itu memang tidak diarahkan untuk kemampuan off-road hardcore, tetapi memberi keuntungan pada penggunaan harian dan pengendalian di jalan raya.
Performa hybrid yang sangat agresif
Untuk pasar Inggris dan Eropa, BYD memastikan Ti7 hadir sebagai Plug-in Hybrid Electric Vehicle atau PHEV. Sistemnya menggabungkan mesin bensin 4 silinder turbo 1.500 cc dengan motor listrik ganda.
Hasilnya adalah tenaga gabungan di atas 600 dk. BYD juga mengklaim akselerasi 0-100 kpj dapat dituntaskan dalam 4,8 detik, angka yang membuat Ti7 menonjol di kelas SUV tujuh penumpang.
Baterai yang digunakan juga memberi kemampuan berjalan hingga 127 km dalam mode listrik murni. Jarak ini memberi ruang yang lebih nyaman untuk mobilitas harian, terutama saat dipakai di perkotaan.
Harga agresif di pasar asal, pasar luar menyesuaikan
Di Tiongkok, Ti7 dipasarkan mulai 220.000 yuan. Banderol itu menunjukkan strategi BYD untuk menawarkan kombinasi ukuran besar, teknologi hybrid, dan performa tinggi dengan harga yang tetap agresif di kelasnya.
Namun, harga untuk Eropa dan Inggris tidak akan sama. Penyesuaian tetap dilakukan agar sesuai dengan regulasi setempat dan biaya logistik.
Dengan komposisi desain kotak, kabin luas, dan tenaga besar, BYD Ti7 memperlihatkan ambisi yang jelas untuk memperluas pengaruh di pasar global. Di tengah persaingan SUV 7 penumpang, model ini masuk dengan paket yang jarang hadir sekaligus: tampilan tangguh, performa tinggi, dan kemampuan listrik murni yang cukup jauh untuk kebutuhan harian.
Source: kabaroto.com