Audi E7X datang dengan paket yang menempatkan waktu isi daya sebagai daya tarik utama. SUV listrik murni ini diklaim mampu mengisi baterai dari 10 persen ke 80 persen hanya dalam 13 menit berkat arsitektur 900 volt dan pengisian cepat 4C.
Kecepatan pengisian itu menjadi sorotan besar saat model ini tampil perdana di Auto China 2026 di Beijing. Audi dan SAIC memang menyiapkan E7X sebagai produk produksi kedua dari merek premium AUDI untuk pasar Tiongkok yang menginginkan SUV besar, mewah, dan serba digital.
Besar, panjang, dan disiapkan untuk ruang kabin luas
Secara ukuran, E7X tampil sebagai SUV besar dengan panjang 5.049 mm, lebar 1.997 mm, tinggi 1.710 mm, dan jarak sumbu roda 3.060 mm. Proporsi itu memberi kabin yang lapang sekaligus menjaga tampilan luar tetap tegas.
Mobil ini berdiri di atas Advanced Digitized Platform atau ADP dengan arsitektur elektronik zonal. Struktur tersebut dirancang untuk konektivitas generasi terbaru dan pengelolaan sistem kendaraan yang lebih terpusat.
CEO proyek kerja sama Audi dan SAIC, Fermín Soneira, menggambarkan E7X sebagai perpaduan warisan desain Audi dan inovasi masa depan. Fokusnya diarahkan pada kenyamanan keluarga, bukan hanya pada teknologi yang menonjol di atas kertas.
Dua pilihan tenaga, satu target jarak tempuh jauh
Di bagian penggerak, Audi menyiapkan dua opsi untuk E7X. Varian RWD menghasilkan 300 kW dengan torsi 500 Nm, sementara varian quattro menyajikan 500 kW dan torsi 800 Nm.
Varian paling bertenaga mampu melesat dari 0 ke 100 km/jam dalam 3,9 detik. Untuk penggunaan harian maupun perjalanan jauh, E7X diklaim sanggup menempuh lebih dari 750 kilometer berdasarkan standar CLTC dengan baterai 109 kWh.
Kombinasi tenaga besar dan jarak tempuh panjang membuat E7X tidak hanya menyasar pembeli yang mencari kemewahan. Model ini juga diarahkan ke pasar yang menuntut mobil listrik kencang tanpa harus menghabiskan waktu lama untuk mengisi daya.
Kabin dibuat seperti ruang eksekutif berjalan
Bagian dalam E7X ditawarkan dalam konfigurasi empat atau lima kursi. Pada varian eksekutif empat kursi, tersedia kursi zero-gravity yang bisa direbahkan hingga 120 derajat dan dilengkapi pijat 16 titik.
Penumpang belakang juga mendapat layar 21,4 inci yang bisa dioperasikan lewat suara atau sentuhan. Audi menempatkan sistem itu sebagai pusat pengalaman kabin yang mendekati suasana bioskop pribadi.
Fitur kenyamanan lain mencakup Bose Sound System. Seluruh paket ini memperkuat posisi E7X sebagai SUV listrik yang mengejar rasa nyaman di kabin setara ruang premium.
Teknologi digital disesuaikan untuk kondisi Tiongkok
Untuk sisi digital, AUDI Assistant 2.0 menjadi pusat kendali berbasis kecerdasan buatan. Sistem ini dirancang untuk memahami percakapan alami dan mengelola berbagai fungsi kendaraan secara intuitif.
Di sisi keselamatan, AUDI 360 Driving Assist mengandalkan teknologi berbasis lidar. Sistem tersebut disesuaikan dengan kondisi lalu lintas Tiongkok yang kompleks, termasuk bantuan mengemudi di jalan raya, jalan perkotaan, dan fungsi parkir otomatis.
Arah pengembangan itu menunjukkan bahwa E7X memang disiapkan untuk kebutuhan lokal. Audi dan SAIC tampak tidak hanya mengejar angka performa, tetapi juga kemudahan penggunaan di lingkungan mobilitas Tiongkok yang padat dan sangat digital.
Mulai dijual pada paruh pertama 2026
AUDI E7X dijadwalkan mulai dipasarkan pada paruh pertama 2026. Produksinya akan berlangsung di pangkalan produksi cerdas Anting, Shanghai.
Kehadirannya menjadi langkah penting bagi Audi dalam memperluas jejak elektrifikasi di Tiongkok melalui merek AUDI. Setelah E7X, merek ini juga menyiapkan model ketiga berupa sedan listrik murni yang dijadwalkan meluncur pada 2027.
Source: kabaroto.com