Stellantis Ubah Strategi Alfa Romeo Dan Maserati, Empat Model Baru Jadi Andalan Baru

Stellantis tampaknya sedang menata ulang peta permainan untuk Alfa Romeo dan Maserati dengan cara yang jauh lebih agresif. Alih-alih hanya mendorong satu arah elektrifikasi, perusahaan kini menyiapkan empat model baru sekaligus untuk menghidupkan kembali dua merek premium yang sama-sama butuh dorongan besar.

Langkah ini terasa penting karena kedua merek tersebut datang dari situasi yang berbeda. Alfa Romeo masih bergulat dengan lini model yang menua, sementara Maserati menghadapi penjualan yang melemah, sehingga keduanya kini ditempatkan lebih tinggi dalam prioritas strategi Stellantis.

Perubahan arah itu muncul lewat pembaruan strategi FaSTLAne 2030. Di dalamnya ada 60 produk anyar dan 50 penyegaran di seluruh portofolio Stellantis, dan paket untuk Alfa Romeo serta Maserati menjadi salah satu bagian yang paling menonjol.

Dua model baru untuk Alfa Romeo

Alfa Romeo mendapat dua produk baru yang berdiri terpisah dari pengganti Stelvio dan Giulia yang sudah lama ditunggu. Satu model adalah SUV C-segment, sementara yang lain merupakan model halo edisi terbatas.

Keduanya sempat diperlihatkan dengan penutup saat presentasi resmi. Namun siaran webcast sempat memperlihatkan rendering mockup untuk SUV tersebut, sehingga garis desain dasarnya sudah mulai terbaca.

SUV baru Alfa Romeo belum memiliki nama resmi, tetapi tampilannya mengarah ke karakter sporty. Mobil ini membawa lampu depan agresif, gril trilobo yang lebih besar dari biasanya, dan atap yang dibuat mengalir secara aerodinamis.

Secara posisi, model ini tampaknya ditempatkan di antara Junior yang lebih kecil dan Tonale yang lebih kompak. Dari proporsinya, mobil tersebut berpotensi menjadi lawan untuk Cupra Formentor, VW T-Roc, dan Toyota C-HR.

Nama lama yang mungkin kembali

Bentuk SUV baru itu juga memunculkan spekulasi soal penggunaan nama Giulietta. Meski begitu, belum ada konfirmasi resmi mengenai nama yang akan dipakai pada model tersebut.

Kemungkinan lain datang dari arah teknologi yang umum di banyak produk Stellantis. SUV ini disebut berpeluang memakai opsi hybrid dan listrik penuh, serta sistem infotainment STLA SmartCockpit.

Model kedua dari Alfa Romeo berada di bawah label “Bottega Fuoriserie”. Mobil ini akan menjadi penerus 33 Stradale edisi terbatas, tetapi bentuk bodinya disebut lebih menyerupai hatchback atau shooting brake.

Mobil halo ini juga dikabarkan membawa sentuhan gaya dari salah satu mobil klasik dalam sejarah Alfa Romeo. Selain itu, ia disebut berbagi basis dengan sebuah Maserati, meski detail teknisnya belum diumumkan.

Maserati ikut mendapat penyegaran

Di sisi Maserati, Stellantis menyiapkan satu SUV dan satu grand tourer di segmen E. SUV tersebut diperkirakan menjadi penerus Levante yang sudah dihentikan, dengan posisi di atas Grecale.

Grecale sendiri akan segera mendapat facelift, bersama GranTurismo dan GranCabrio. Artinya, Maserati tidak hanya menerima model baru, tetapi juga menyegarkan sebagian lini yang sudah ada agar tetap relevan di pasar.

Model E-segment lainnya adalah grand tourer dengan siluet rendah, kap mesin panjang, dan postur yang mengingatkan pada Ferrari 12cilindri. Bagian depannya menampilkan hidung tajam yang mirip Maserati Alfieri konsep 2016, meski dimensinya terlihat lebih besar.

Kabinnya bergeser ke belakang dan atapnya menurun, sehingga mobil ini kuat mengarah pada konfigurasi dua tempat duduk. Itu berbeda dari GranTurismo dan GranCabrio yang masih memakai format 2+2.

Untuk saat ini belum ada spesifikasi teknis yang diungkap. Meski begitu, model-model E-segment Maserati itu diperkirakan tetap memakai mesin pembakaran, bukan beralih ke jalur EV.

Rencana ini memperlihatkan bahwa Stellantis tidak lagi memaksakan satu arah elektrifikasi untuk semua lini premium. Alfa Romeo dan Maserati justru mendapat kombinasi model baru, penyegaran produk lama, dan penguatan identitas masing-masing agar dua merek itu kembali punya daya tarik yang lebih kuat.

Source: www.carscoops.com
Exit mobile version