Valve akhirnya merinci Steam Controller generasi terbaru dengan harga $100 dan jadwal hadir pada 4 Mei. Langkah ini langsung menempatkan kontroler tersebut sebagai produk premium, terutama karena banderolnya berada di atas banyak gamepad populer yang sudah lebih dulu dikenal luas.
Menariknya, perangkat ini tidak dijual bersama Steam Machine, melainkan hadir sebagai produk terpisah. Valve juga belum membuka harga maupun tanggal rilis untuk Steam Machine dan Steam Frame, sehingga Steam Controller menjadi perangkat paling konkret dari rangkaian pengumuman tersebut.
Harga yang langsung memancing perbandingan
Dengan harga $100, Steam Controller baru masuk ke kelas atas di pasar kontroler. Angka itu lebih tinggi dibandingkan controller Xbox Series X/S yang disebut berada di $60, serta DualSense untuk PlayStation 5 yang dipatok $70.
Perbedaan harga ini juga terasa makin mencolok karena kedua kontroler tersebut kerap mendapat potongan harga hingga sekitar $50. Di pasar yang sudah dipenuhi pilihan lebih murah dari merek seperti GameSir dan 8BitDo, Valve jelas perlu memberi alasan kuat agar harga Steam Controller dianggap sepadan.
Arah desain yang lebih akrab bagi pengguna
Berbeda dari Steam Controller generasi pertama yang meluncur pada 2015, model baru ini tidak lagi bergantung pada touchpad saja. Valve menambahkan thumbstick konvensional, tetapi tetap mempertahankan dua haptic touchpad di sisi perangkat.
Perubahan itu membuat kontroler terasa lebih dekat dengan gamepad modern yang biasa dipakai gamer. Di saat yang sama, ciri khas Valve tetap terlihat, terutama karena pendekatannya masih mengingatkan pada pengalaman perangkat Steam Deck.
Kehadiran thumbstick juga memberi dampak praktis. Banyak pemain yang lebih nyaman memakai skema kontrol tradisional, sehingga desain baru ini bisa menjangkau pengguna yang sebelumnya kurang cocok dengan pendekatan penuh berbasis touchpad.
Fitur yang disiapkan Valve
Valve membekali Steam Controller dengan susunan tombol yang cukup lengkap, mulai dari A, B, X, dan Y, lalu D-pad, trigger analog kiri dan kanan, bumper kiri dan kanan, serta tombol View, Menu, Steam, dan QAM. Perangkat ini juga memiliki empat tombol belakang yang bisa dipetakan sesuai kebutuhan pemain.
Berikut ringkasan fitur utamanya:
- Dua thumbstick TMR.
- Sepasang haptic touchpad.
- Empat motor haptik untuk “HD tactile feedback”.
- Empat tombol belakang yang dapat diprogram.
- Konektivitas Bluetooth 4.2 atau 5.0.
Valve menyebut penggunaan stik TMR ditujukan untuk membantu mencegah stick drift. Klaim ini menjadi sorotan karena masalah drift masih sering muncul pada kontroler modern.
Konektivitas dan daya tahan yang fleksibel
Untuk koneksi, Steam Controller mendukung Bluetooth 4.2 atau 5.0. Valve juga menyediakan USB-C dan charging puck dengan pogo pins sebagai opsi pengisian daya.
Charging puck itu tidak hanya berfungsi untuk mengisi baterai. Aksesori tersebut juga bisa dipakai sebagai koneksi 2.4 GHz khusus, sehingga pengguna bisa memilih jalur sambungan yang berbeda dari Bluetooth bila dibutuhkan.
Soal daya, Valve memakai baterai Li-ion 8.39Wh. Perusahaan mengklaim kontroler ini mampu bertahan sekitar 35 jam, angka yang cukup menonjol untuk perangkat di kelasnya.
Posisi Steam Controller di ekosistem Valve
Karena dijual terpisah, Steam Controller tampak sebagai produk mandiri, bukan sekadar aksesori pendamping Steam Machine. Strategi ini membuatnya bisa langsung dipakai bersama PC berbasis Steam tanpa harus menunggu perangkat lain hadir lebih dulu.
Namun, karena detail resmi untuk Steam Machine dan Steam Frame masih belum diumumkan, rangkaian perangkat Valve belum terasa lengkap. Di tengah situasi itu, konfirmasi harga $100 dan jadwal rilis 4 Mei menjadi informasi paling jelas sejauh ini, sekaligus memberi gambaran awal tentang arah ekosistem perangkat Valve ke depan.
Source: www.xda-developers.com