Stablecoin Visa Makin Serius Dipakai Institusi, Dukungan Blockchain Meluas ke Sembilan Jaringan

Dorongan Visa ke penyelesaian stablecoin kini tidak lagi bertumpu pada satu jaringan saja. Perusahaan pembayaran global itu memperluas pilot penyelesaian ke sembilan blockchain, menunjukkan bahwa kebutuhan institusional mulai bergerak ke arah infrastruktur yang lebih lentur dan bisa dipakai lintas jaringan.

Perluasan tersebut datang bersama lonjakan volume penyelesaian tahunan Visa yang mencapai $7 miliar. Angka itu naik 50% dari kuartal sebelumnya dan memberi gambaran bahwa stablecoin semakin masuk ke proses operasional yang nyata, bukan sekadar diuji dalam ruang eksperimen.

Pilihan jaringan makin beragam

Ekspansi terbaru menambahkan Arc, Base, Canton, Polygon, dan Tempo ke jaringan yang sebelumnya sudah didukung. Langkah ini menegaskan bahwa Visa melihat nilai pada pendekatan multi-chain, bukan model yang hanya mengandalkan satu blockchain untuk semua kebutuhan.

Rubail Birwadker, global head of growth products and strategic partnerships Visa, menyebut para mitra kini “membangun di dunia multi-chain”. Pernyataan itu memperlihatkan bahwa fleksibilitas jaringan dan kemampuan interoperabilitas semakin penting bagi infrastruktur pembayaran institusional.

Setiap jaringan dalam pilot tersebut juga membawa fokus yang berbeda. Arc dari Circle diarahkan untuk programmable money dan inovasi onchain, sedangkan Base yang diinkubasi Coinbase menargetkan arus ritel dengan volume tinggi.

Canton diposisikan untuk pasar modal yang teregulasi dengan privasi yang bisa dikonfigurasi. Polygon menawarkan throughput berbiaya rendah untuk adopsi massal, sementara Tempo berfokus pada settlement stablecoin privat dan real-time.

Adopsi mulai masuk operasi bisnis

Perluasan pilot ini memperlihatkan bahwa settlement berbasis stablecoin sudah bergerak melampaui tahap pembuktian konsep. Visa telah menerapkan penyelesaian stablecoin di Eropa, Amerika Latin, Asia Pasifik, dan kawasan CEMEA.

Di Amerika Serikat, perusahaan itu juga baru-baru ini memperluas settlement USDC ke bank-bank. Di sisi lain, Visa mendukung lebih dari 130 program kartu yang terhubung dengan stablecoin di 50 negara.

Kombinasi ekspansi wilayah dan kenaikan volume settlement memperlihatkan bahwa penggunaan stablecoin tidak lagi berdiri sebagai uji coba terbatas. Bank dan mitra keuangan mulai menghubungkannya ke alur pembayaran yang sudah berjalan, sehingga stablecoin lebih dekat ke kebutuhan operasional harian.

Persaingan infrastruktur pembayaran berubah

Masuknya lebih banyak blockchain ke pilot Visa juga menggeser cara industri menilai infrastruktur pembayaran. Kecepatan, biaya, dan keandalan menjadi ukuran yang semakin dominan ketika jaringan blockchain dipakai untuk settlement institusional.

Marc Boiron, CEO Polygon Labs, menilai penambahan Polygon menunjukkan stablecoin bergerak ke pembayaran dunia nyata dalam skala besar. Ia mengatakan bahwa jangkauan global Visa dan infrastruktur Polygon yang cepat serta berbiaya rendah dapat membuat settlement stablecoin lebih mudah dipakai oleh mitra di berbagai wilayah.

Perkembangan ini juga menunjukkan perubahan fokus dalam industri kripto. Pertanyaan utamanya kini bukan lagi apakah settlement blockchain bisa berjalan, melainkan blockchain mana yang paling sesuai untuk jenis pembayaran tertentu.

Visa tampak menempatkan model multi-chain sebagai jawaban atas kebutuhan itu. Dengan semakin banyaknya mitra yang mencari opsi jaringan berbeda, arah pengembangan pembayaran berbasis stablecoin kini bergerak menuju sistem yang lebih spesifik, lebih fleksibel, dan lebih siap dipakai di berbagai skenario institusional.

Exit mobile version