Satu penalti menjadi pembeda saat Dewa United Banten FC menundukkan Persijap Jepara 1-0 di Stadion Indomilk Arena, Tangerang, pada pekan ke-30 Super League 2025/26. Gol tunggal Alex Marteen pada menit ke-52 cukup untuk mengamankan tiga poin sekaligus menjaga tuan rumah tetap berada dalam persaingan papan tengah klasemen.
Kemenangan ini juga membawa perubahan penting bagi Dewa United. Tambahan tiga poin membuat mereka naik ke posisi ketujuh dengan koleksi 47 poin, sementara Persijap masih tertahan di peringkat ke-13 dengan 31 poin dan jarak empat angka dari zona degradasi.
Dewa United lebih dominan, tetapi Persijap bertahan rapat
Sejak awal laga, Dewa United tampil lebih banyak menguasai permainan. Egy Maulana Vikri, Ricky Kambuaya, dan Ivar Jenner aktif membantu aliran bola dari lini tengah, tetapi tekanan yang dibangun belum cukup untuk membuka pertahanan Persijap pada babak pertama.
Persijap sendiri memilih pendekatan yang disiplin dengan menjaga jarak antarlini. Cara itu membuat serangan Dewa United sulit berkembang di area berbahaya, sehingga pertandingan berjalan ketat dan minim ruang bagi kedua tim.
VAR mengubah jalannya pertandingan
Kebuntuan pecah setelah awal babak kedua ketika bola di kotak penalti Persijap mengenai tangan bek Wahyudi. Wasit Rio Permana Putera kemudian meninjau insiden itu lewat Video Assistant Referee atau VAR sebelum akhirnya menunjuk titik putih.
Alex Marteen mengambil tanggung jawab sebagai eksekutor dan menuntaskannya dengan baik. Penalti itu bukan hanya mengantar Dewa United unggul, tetapi juga menambah koleksi gol Marteen menjadi 17 gol pada musim ini.
Setelah gol tersebut, Dewa United bisa mengelola laga dengan lebih tenang. Persijap pun dipaksa menaikkan tempo permainan demi mengejar ketertinggalan, meski kondisi lapangan tetap tidak memberi banyak ruang untuk menekan secara leluasa.
Peluang Persijap di akhir laga gagal berbuah gol
Meski tertinggal, Persijap tidak kehilangan agresivitas. Mereka terus berusaha mencari celah untuk menyamakan kedudukan dan akhirnya mendapatkan kesempatan besar pada masa tambahan waktu.
Momen itu datang setelah Nick Kuipers melakukan pelanggaran yang menghasilkan penalti bagi tim tamu. Carlos Franca maju sebagai penendang, tetapi Sonny Stevens tampil sigap dengan menepis bola.
Belum berhenti di situ, Stevens kembali bereaksi cepat saat bola muntah disambar lagi oleh Franca. Aksi penjaga gawang Dewa United itu menutup rapat peluang Persijap untuk membawa pulang satu poin dari Tangerang.
Dampak hasil untuk klasemen
Hasil ini memberi keuntungan besar bagi Dewa United dalam perebutan posisi papan tengah. Mereka naik satu tingkat ke urutan ketujuh dan ikut membuat Bali United turun satu posisi.
Bagi Persijap, kekalahan ini mempertahankan tekanan di bagian bawah klasemen. Dengan 31 poin, posisi mereka masih belum aman karena persaingan di zona bawah berlangsung ketat dan setiap poin memiliki nilai penting.
Laga ini menunjukkan betapa satu keputusan dan satu eksekusi bisa menentukan hasil akhir pertandingan yang berlangsung seimbang. Dewa United memaksimalkan penalti mereka, sedangkan Persijap gagal memanfaatkan kesempatan serupa di menit-menit terakhir saat Sonny Stevens memastikan gawang tuan rumah tetap tidak kebobolan.





