Smartwatch Masih Kuat Di Kesehatan, Namun Smart Glasses Mulai Mengubah Kebiasaan Harian

Pasar wearable tampaknya memasuki fase baru, dan perubahan paling terasa justru datang dari perangkat yang dikenakan di wajah. Smart glasses mulai mengambil ruang yang selama ini kuat dipegang smartwatch, terutama karena cara interaksinya terasa lebih langsung dan tidak terlalu mengganggu aktivitas pengguna.

Perubahan ini membuat 2026 dipandang sebagai momen penting bagi kategori wearable. Bukan karena smartwatch langsung hilang, melainkan karena pembagian perannya mulai terlihat lebih tegas.

Selama ini, smartwatch unggul karena sederhana dan sudah akrab dipakai banyak orang. Pengguna cukup melirik layar kecil di pergelangan tangan untuk membaca notifikasi atau informasi singkat tanpa perlu langkah yang rumit.

Namun smart glasses menawarkan alur yang berbeda. Informasi bisa muncul secara ambient, sehingga pengguna tidak perlu terus menunduk atau mengalihkan fokus dari lingkungan sekitar.

Dari layar pergelangan ke pengalaman yang lebih natural

Daya tarik terbesar smart glasses datang dari komputasi yang terasa lebih natural. Perangkat ini dirancang untuk menghadirkan informasi secara halus, bukan sekadar menampilkan data di layar kecil seperti yang biasa dilakukan smartwatch.

Integrasi AI multimodal menjadi pendorong utamanya. Dengan dukungan Meta AI atau Google Gemini, kacamata pintar disebut dapat memahami apa yang sedang dilihat pengguna dan merespons konteks itu secara langsung.

Dalam penggunaan harian, pendekatan ini membuat pencarian informasi terasa lebih mulus. Alih-alih mengecek jam tangan untuk mencari lokasi Starbucks terdekat, pengguna bisa menerima arah lewat audio atau melihat overlay visual yang ringan di lensa.

Model seperti ini juga membuat smart glasses terasa lebih hands-free. Di perjalanan, di tempat kerja, atau saat sedang berinteraksi dengan orang lain, format tersebut dianggap lebih alami daripada terus memeriksa layar kecil di lengan.

Smartwatch masih kuat di kesehatan

Meski posisinya mulai ditantang, smartwatch belum kehilangan relevansinya. Perangkat di pergelangan tangan masih menguasai sekitar 45% pangsa pasar wearable, terutama karena perannya yang kuat di bidang kesehatan.

Di ranah biometrik, pergelangan tangan masih dinilai sebagai lokasi yang lebih ideal. Pengukuran fisiologis bisa dilakukan dengan lebih konsisten dibandingkan perangkat yang dikenakan di wajah.

Apple Watch Series 11 dan model-model terbaru Garmin masih dipandang sebagai acuan untuk ECG, kadar oksigen darah, dan pelacakan tidur mendalam. Karena itu, smartwatch tetap punya tempat yang sangat kuat sebagai perangkat kebugaran dan kesehatan.

Bagi atlet maupun pengguna dengan kondisi kesehatan kronis, fungsi ini tetap penting. Smart glasses memang membantu akses informasi dan produktivitas, tetapi smartwatch masih lebih dekat dengan peran alat pemantau tubuh.

Persaingan yang makin terlihat di aktivitas sehari-hari

Perubahan terbesar justru muncul ketika wearable dipakai untuk rutinitas harian. Saat daya tahan baterai smart glasses membaik hingga mampu bertahan seharian untuk pemakaian campuran, salah satu hambatan utama kategori ini mulai berkurang.

Ekosistem juga ikut bergerak. Kehadiran Samsung lewat kacamata berbasis Android XR mempercepat pematangan pasar, sementara makin banyak aplikasi mulai dioptimalkan untuk antarmuka berbasis suara dan spatial audio.

Di sisi lain, aksesori baru ikut mengubah cara kontrol dilakukan. Neural Bands, yaitu wristband yang membaca sinyal otot untuk mengendalikan kacamata lewat gestur tangan halus, mengurangi kebutuhan layar sentuh di pergelangan.

Kombinasi itu membuat fungsi smart glasses makin luas. Pengguna bisa menerima panggilan, menerjemahkan menu asing secara real-time, dan membaca ringkasan notifikasi tanpa harus memutus kontak mata dengan lawan bicara.

Pasar wearable mulai terbagi lebih spesifik

Arah industri pada 2026 tidak tampak seperti pertarungan satu pemenang. Yang lebih jelas adalah pergeseran menuju spesialisasi, ketika tiap perangkat memegang peran yang berbeda sesuai kebutuhan pengguna.

Smartwatch masih sangat relevan untuk olahraga, tidur, dan pemantauan kesehatan. Sementara itu, smart glasses mulai diposisikan untuk kerja, perjalanan, navigasi, dan interaksi sosial yang membutuhkan akses cepat tanpa gangguan visual.

Saat teknologi semakin menyatu dengan penglihatan, suara, dan konteks sekitar, smartwatch tidak lagi menjadi satu-satunya pusat interaksi digital di tubuh. Kacamata pintar pelan-pelan mengambil ruang baru, dan perubahan itu membuat lanskap wearable terasa jauh lebih kompetitif.

Source: tech.sportskeeda.com
Exit mobile version