Reputasi Erik Wolpaw sebagai penulis di balik Portal dan Portal 2 kembali ramai dibahas setelah ia membuka kebiasaan bermain gim yang justru sangat spesifik. Dari pengakuannya, ada dua judul yang menempati posisi istimewa di kesehariannya: Slay the Spire dan Burnout Paradise.
Wolpaw menyebut Slay the Spire sebagai pengalaman strategi yang nyaris mendekati sempurna. Ia juga mengaku sudah menghabiskan 1.500 jam di Steam untuk gim tersebut, tetapi menegaskan bahwa angka itu belum termasuk waktu yang ia habiskan di versi ponsel.
Slay the Spire dan rasa puas yang terus muncul
Bagi Wolpaw, daya tarik Slay the Spire bukan sekadar soal jumlah jam bermain, melainkan soal cara gim itu menjaga ritme keputusan pemain. Setiap sesi memberi ruang untuk memikirkan langkah berikutnya, tetapi tetap dalam batas yang tidak terasa melelahkan.
Ia melihat gim itu sebagai kombinasi yang pas antara tekanan dan peluang. Setiap putaran masih menyisakan harapan karena rangkaian kartu berikutnya bisa saja membentuk deck yang kuat dan mengantar pemain menuju kemenangan.
Wolpaw juga menunjukkan bahwa selera seperti ini konsisten dengan game strategi lain yang pernah ia sebut. Crusader Kings, misalnya, justru dianggap terlalu kompleks untuk dirinya karena beban sistemnya lebih besar dari yang ia cari.
Burnout Paradise yang sulit dilepas
Di sisi lain, Burnout Paradise menempati tempat berbeda dalam daftar favorit Wolpaw. Ia mengatakan gim balap itu kemungkinan besar tidak akan pernah dihapus dari PC miliknya.
Alasannya sederhana: Burnout Paradise masih mampu memberi sensasi balapan yang menegangkan sekaligus memuaskan. Inti keseruannya terletak pada pendekatan berisiko, di mana pemain bisa berada sangat dekat dengan tabrakan, tetapi tetap punya peluang menang jika timing dan manuver berjalan tepat.
Bagi Wolpaw, sensasi itu mirip dengan dorongan mengambil risiko yang dihitung secara cermat. Pemain bisa terus menekan lawan, mendorong mereka keluar jalur, lalu memanfaatkan satu momen kecil untuk mengubah hasil akhir balapan.
Latar belakang yang membentuk selera bermain
Keterikatan Wolpaw pada gim bukan muncul tiba-tiba. Ia pernah menceritakan pengalaman awalnya di komputer TRS-80 di perpustakaan sekolah menengah, saat mencoba petualangan Scott Adams bertema rumah berhantu.
Dari situ, minatnya pada komputer terus berkembang hingga masuk ke jalur karier industri gim. Ia sempat bekerja sebagai jurnalis gim, termasuk menulis untuk GameSpot dan mendirikan Old Man Murray bersama Chet Faliszek.
Perjalanan itu kemudian membawanya ke Valve pada 2004 bersama Faliszek. Di studio tersebut, Wolpaw ikut menulis episode Half-Life 2, Team Fortress 2, serta dua gim yang paling lekat dengan namanya, Portal dan Portal 2.
Gim lain yang masih ia mainkan
Selain dua judul yang paling sering disebut, Wolpaw juga tercatat memainkan Dragon’s Dogma: Dark Arisen, Dark Souls 3, hingga Nioh 3. Daftar itu memperlihatkan pola yang mirip: ia cenderung tertarik pada gim yang menuntut fokus, memberi loot, dan menghadirkan progres yang jelas.
Ia bahkan menyebut dirinya sebagai tipe pemain yang senang masuk ke dungeon, bertarung, lalu terus bergerak sampai tuntas. Pilihan semacam itu menunjukkan preferensi pada tantangan yang punya arah, bukan sistem yang terlalu melebar dan membingungkan.
Perhatiannya kini juga mengarah ke Slay the Spire 2, termasuk saat dimainkan secara solo maupun bersama anaknya lewat mode kerja sama. Wolpaw menilai mode kerja sama itu masih belum sepenuhnya seimbang, tetapi tetap menyenangkan untuk dimainkan, dan ia percaya tim pengembang akan menemukan formula yang tepat seperti pada gim pertamanya.