Skema Kredit BYD Atto 3 2026 Makin Ringan, OTR Rp390 Juta dan Cicilan Mulai Rp5,8 Juta

Bagi calon pembeli mobil listrik, BYD Atto 3 menawarkan kombinasi yang sulit diabaikan: harga OTR Jakarta mulai Rp390 juta, fitur kabin yang modern, serta skema angsuran yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Di pasar Indonesia, pendekatan seperti ini membuat SUV listrik kompak tersebut semakin menonjol di tengah pilihan kendaraan ramah lingkungan yang terus bertambah.

Daya tarik itu tidak hanya datang dari banderol awal, tetapi juga dari ruang negosiasi pembiayaan yang cukup fleksibel. Dalam data yang dimuat Suara Flores, cicilan BYD Atto 3 disebut bisa dimulai dari sekitar Rp5,8 juta per bulan, sementara skema lain dengan uang muka berbeda berada di kisaran Rp7,36 juta per bulan untuk tenor 60 bulan.

Pilihan varian dan harga

BYD Atto 3 dipasarkan dalam dua varian utama, yaitu Advanced dan Superior. Varian Advanced menjadi opsi pembuka dengan harga Rp390 juta, sedangkan Superior diposisikan di level Rp520 juta.

Selisih harga tersebut tidak sekadar soal label varian, melainkan berkaitan dengan kapasitas baterai dan kelengkapan yang dibawa masing-masing model. Faktor itu juga berpengaruh pada jarak tempuh yang bisa dicapai dalam sekali pengisian penuh.

Skema kredit yang lebih lentur

Bagi konsumen yang tidak membeli secara tunai, simulasi kredit menjadi bagian penting dari pertimbangan. Pada varian terbawah, uang muka rendah disebut mulai dari Rp58,5 juta, lalu cicilan bulanannya berada di kisaran Rp7,36 juta untuk tenor 60 bulan.

Ada pula opsi dengan angsuran bulanan yang lebih ringan, yakni mulai sekitar Rp5,8 juta per bulan. Namun, pilihan tersebut biasanya menuntut uang muka yang lebih besar, sehingga beban awal pembelian menjadi lebih tinggi.

Kondisi ini memberi dua jalur yang sama-sama bisa dipilih sesuai prioritas pembeli. DP rendah cocok bagi yang ingin menekan biaya awal, sedangkan cicilan ringan lebih pas untuk menjaga arus pengeluaran bulanan tetap terkontrol.

Bekal fitur di kabin

Selain soal harga, BYD Atto 3 juga membawa sejumlah fitur yang membuatnya terlihat kompetitif di kelas SUV listrik kompak. Salah satu yang paling menonjol adalah layar sentuh berputar berukuran 15,6 inci yang memberi kesan modern di dalam kabin.

Kesan tersebut diperkuat dengan kehadiran panoramic sunroof yang menambah nilai visual sekaligus kenyamanan selama berkendara. Di sisi lain, BYD juga membekali model ini dengan sistem keselamatan ADAS sebagai salah satu penunjang penting untuk penggunaan harian.

Jarak tempuh dan performa

Suara Flores menyebut BYD Atto 3 menggunakan teknologi Blade Battery. Teknologi ini diklaim mampu menghadirkan jarak tempuh sekitar 410 km hingga 480 km dalam satu kali pengisian daya penuh, tergantung varian.

Untuk performa, SUV listrik ini dibekali motor yang menghasilkan tenaga hingga 204 hp. Akselerasinya juga cukup cepat karena mampu melesat dari 0 sampai 100 km per jam dalam 7,9 detik.

Karakter tersebut menunjukkan bahwa Atto 3 tidak hanya mengandalkan status sebagai mobil listrik. Model ini juga menyasar pembeli yang tetap menginginkan respons berkendara sigap untuk mobilitas harian.

Pertimbangan di luar harga jual

Minat terhadap mobil listrik kerap tumbuh karena biaya operasionalnya dipandang lebih efisien dibanding mobil bensin konvensional. Pada titik ini, BYD Atto 3 masuk dalam kategori yang relevan bagi konsumen yang ingin menghitung pengeluaran jangka panjang secara lebih cermat.

Laporan yang sama juga menyebut calon pembeli disarankan mengecek promo langsung ke diler resmi. Pada periode promosi April 2026, ada kemungkinan penawaran seperti bunga 0 persen atau paket servis gratis ikut dibundel dalam program penjualan.

Dengan OTR Jakarta mulai Rp390 juta, cicilan yang dapat diawali dari Rp5,8 juta per bulan, serta opsi Rp7,36 juta per bulan untuk tenor 60 bulan dengan DP Rp58,5 juta, BYD Atto 3 hadir sebagai SUV listrik yang menawarkan banyak titik masuk bagi konsumen. Kombinasi harga, fitur, tenaga 204 hp, dan jarak tempuh hingga 480 km membuat model ini tetap kompetitif di tengah pasar mobil listrik Indonesia.

Baca Juga

Back to top button