Menghapus Adobe dari MacBook sering kali tidak selesai hanya dengan memindahkan aplikasinya ke Trash. Di balik itu, masih ada file sisa, proses latar belakang, dan data konfigurasi yang bisa tetap tertinggal lalu membuat penyimpanan terasa sesak.
Karena itu, pembersihan perlu dilakukan lebih menyeluruh agar komponen Adobe benar-benar hilang dari sistem. Kalau tidak, MacBook bisa tetap terbebani oleh file yang masih aktif dan performanya ikut terasa lambat.
Salah satu titik awal yang paling penting adalah memastikan seluruh aplikasi Adobe sudah tidak lagi terpasang. Photoshop, Illustrator, dan aplikasi Adobe lain yang masih ada di perangkat sebaiknya dihapus lebih dulu lewat tab Apps di Creative Cloud.
Dari sana, pilih opsi uninstall pada tiap aplikasi sampai semuanya benar-benar hilang. Langkah ini membantu memastikan proses pembersihan berikutnya tidak terganggu oleh software Adobe yang masih tersisa di sistem.
Setelah itu, perhatian perlu dialihkan ke proses yang masih berjalan di belakang layar. Meski aplikasi utamanya sudah tidak dipakai, sistem kadang masih membaca file Adobe sebagai komponen aktif sehingga penghapusan menjadi tersendat.
Activity Monitor bisa dipakai untuk memeriksa hal itu. Buka folder Utilities, cari Adobe lewat kolom pencarian, lalu pilih semua proses yang muncul dan tekan quit untuk menghentikannya.
Jangan lupakan alat resmi Adobe
Adobe juga menyediakan uninstaller resmi yang dirancang untuk membersihkan instalasi dengan lebih aman. Alat ini bisa membantu mencabut komponen Adobe tanpa mengganggu bagian dasar macOS.
Uninstaller tersebut dapat ditemukan di folder Adobe Creative Cloud dalam direktori Applications utama. Setelah dijalankan, ikuti petunjuk yang tampil di layar sampai prosesnya selesai.
Setelah itu, masih ada kemungkinan file konfigurasi dan cache tertinggal di beberapa folder sistem. Inilah bagian yang sering membuat kapasitas penyimpanan tetap terpakai meski aplikasi sudah dihapus.
Finder bisa dipakai untuk mengecek lokasi-lokasi itu secara manual. Masuk ke menu Go, pilih Go to Folder, lalu buka direktori seperti ~/Library/Application Support untuk mencari folder Adobe dan menghapusnya secara permanen.
Langkah serupa juga perlu dilakukan pada folder Caches dan Preferences. File sisa Adobe tidak selalu terkumpul di satu tempat, sehingga pemeriksaan di beberapa folder menjadi penting agar pembersihan benar-benar tuntas.
Jika ingin lebih praktis
Pencarian manual memang memakan waktu dan terasa merepotkan. Karena itu, aplikasi pembersih pihak ketiga bisa menjadi pilihan untuk melacak lalu menghapus sisa file secara otomatis.
Setelah aplikasi pembersih terpasang, jalankan fitur pemindai aplikasi. Saat hasil pemindaian muncul, tandai Adobe lalu klik tombol bersihkan untuk menghapus komponen yang masih tertinggal.
Meski begitu, proses bersih-bersih tetap perlu dilakukan dengan hati-hati. File proyek yang masih dibutuhkan sebaiknya diamankan lebih dulu agar tidak ikut terhapus bersama folder Adobe.
Semua file mentah atau project kreatif bisa dipindahkan ke folder aman atau hardisk eksternal sebelum pembersihan dilakukan. Setelah urusan file selesai, buka profil akun Adobe di web browser untuk membatalkan paket langganan yang masih aktif supaya tagihan bulanan tidak terus berjalan.
Tahap terakhir adalah melakukan restart setelah seluruh langkah selesai. Simpan dulu semua pekerjaan yang masih terbuka, lalu klik logo Apple di kiri atas layar dan pilih Restart agar sistem kembali segar.
Restart membantu mengosongkan memori dan memastikan tidak ada lagi proses Adobe yang tertinggal. Setelah Mac menyala kembali, sistem biasanya terasa lebih ringan dan responsif karena komponen Adobe sudah dibersihkan sampai ke akar.
Source: www.idntimes.com