Sindikat Joki UTBK Diduga Lintas Provinsi, Polisi Telusuri Jejaknya Sejak 2017

Jejak jaringan joki UTBK yang ditangani Polrestabes Surabaya mengarah lebih jauh dari dugaan awal. Penyidik melihat pola kerja sindikat ini tidak hanya menyentuh Jawa Timur, tetapi juga menjangkau Jawa Tengah, Jawa Barat, hingga Kalimantan.

Temuan itu membuat polisi memetakan ulang skala operasi kelompok tersebut. Dari hasil pemeriksaan awal, jaringan ini juga diduga sudah aktif sejak 2017 dan bekerja dengan susunan peran yang rapi.

Kasus ini terbongkar saat pengawas UTBK SNBT di Gedung Rektorat Universitas Negeri Surabaya, 21 April, mencurigai seorang peserta. Identitas serta foto pada dokumen peserta itu dinilai tidak sesuai dengan orang yang mengikuti ujian.

Pemeriksaan lanjutan kemudian memastikan bahwa peserta tersebut bukan pemilik identitas asli. Polisi menyebut orang itu sebagai joki yang menggunakan identitas milik orang lain untuk masuk ke UTBK.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Luthfie Sulistiawan mengatakan jaringan ini tidak berhenti pada kampus-kampus di Jawa Timur. Ia menyebut pengguna jasa dan lokasi aktivitas sindikat tersebar di sejumlah daerah, termasuk di luar Jawa.

Dari titik awal pengungkapan itu, penyidik melihat adanya kerja terstruktur dalam jaringan. Pembagian peran di dalam sindikat disebut berlangsung jelas dan saling terhubung antaranggota.

Tersangka utama berinisial K diduga menjadi pengendali jaringan. Ia disebut menerima pesanan dari berbagai daerah dan menghubungkan para pelaku yang terlibat dalam operasi joki UTBK.

Dalam menjalankan aksinya, sindikat ini diduga membagi tugas ke beberapa posisi. Ada pencari klien, broker, joki ujian, dan pembuat identitas palsu yang masing-masing menjalankan fungsi berbeda.

Polisi kini masih menelusuri hubungan jaringan tersebut dengan wilayah lain. Fokus penyidikan mengarah pada alur perekrutan, pembagian peran, dan sebaran lokasi aktivitas yang tidak terbatas pada satu provinsi.

Dugaan bahwa jaringan ini telah berjalan sejak 2017 ikut memperkuat pandangan penyidik bahwa kasus ini bukan aksi tunggal. Bagi polisi, praktik curang dalam UTBK itu tampak berkembang menjadi sindikat antardaerah dengan jangkauan yang lebih luas dari perkiraan awal.

Source: jatim.jpnn.com
Exit mobile version