Shenyang Makin Kuat Sebagai Basis BMW, Produksi Ke-7 Juta Lahir Di China

Produksi BMW di China kini memasuki fase yang jauh lebih besar dari sekadar perakitan kendaraan untuk pasar lokal. Di Shenyang, pabrik BMW Brilliance baru saja mengeluarkan mobil ke-7 juta dari lini produksinya, sebuah pencapaian yang menegaskan betapa kuatnya peran China dalam jaringan manufaktur global BMW.

Tonggak ini juga menunjukkan perubahan posisi China bagi pabrikan asal Jerman itu. Negara tersebut tidak lagi dipandang hanya sebagai pasar penjualan, melainkan sudah menjadi salah satu pusat produksi dan inovasi paling penting bagi BMW.

Kendaraan ke-7 juta itu keluar pada Kamis, 28 Mei, dari fasilitas di Shenyang, Provinsi Liaoning, China timur laut. Pabrik tersebut kini menjadi basis produksi terbesar BMW Group di dunia, sehingga capaian itu memiliki bobot strategis yang besar.

Raymond Wittmann, anggota Dewan Manajemen BMW AG bidang produksi, menilai pencapaian itu sebagai bukti kuatnya produksi lokal BMW. Ia menegaskan bahwa BMW telah beroperasi di China selama lebih dari tiga dekade.

BMW mulai memproduksi kendaraan secara lokal di China pada 2003. Sejak saat itu, perusahaan membangun ekosistem yang lebih luas dari sekadar perakitan mobil, termasuk sistem penggerak, riset dan pengembangan, serta rantai pasok lokal.

Perkembangan itu membuat Shenyang semakin penting dalam peta industri BMW. Fasilitas di kota tersebut menjadi tumpuan utama strategi manufaktur perusahaan di China dan ikut menopang ekspansi produksi di kawasan itu.

Pencapaian 7 juta unit juga memperlihatkan bagaimana skala operasi BMW di China terus membesar. Dengan basis produksi yang terintegrasi, China kini berdiri sebagai salah satu pusat produksi dan inovasi utama bagi perusahaan, bukan lagi sekadar lokasi penjualan.

Langkah BMW di China belum berhenti pada capaian tersebut. Perusahaan juga menyiapkan produksi lokal Neue Klasse di China mulai akhir tahun ini.

Neue Klasse menjadi bagian dari generasi baru kendaraan BMW dan menandai babak baru aktivitas perusahaan di negara itu. Wittmann mengatakan bahwa dimulainya produksi lokal Neue Klasse akan membuka fase berikutnya bagi BMW di China.

Di sisi lain, Presiden dan CEO BMW Brilliance Automotive Ltd., Birgit Boehm, menyoroti kekuatan fasilitas Shenyang sebagai penopang inovasi BMW di China. Ia menyebut pabrik itu didukung oleh sistem produksi, kemampuan lokal, dan tenaga kerja yang mendorong pengembangan berikutnya.

Boehm juga menegaskan bahwa perusahaan akan terus memperkuat inovasi, lokalisasi, dan manufaktur cerdas. Dengan landasan itu, Shenyang semakin menonjol sebagai poros penting dalam strategi produksi BMW di China dan dalam rantai manufaktur global perusahaan.

Source: voi.id
Exit mobile version