Perpanjangan gencatan senjata antara Israel dan Lebanon belum berhasil meredakan situasi di perbatasan. Dalam 24 jam terakhir, Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan delapan orang tewas akibat serangan udara Israel, sementara sedikitnya 12 orang lainnya mengalami luka berat.
Data terbaru itu menunjukkan bahwa kekerasan masih berjalan meski ada kesepakatan untuk menahan tembakan. Kondisi di lapangan justru memperlihatkan bahwa jeda yang diharapkan membawa ketenangan belum benar-benar menghentikan serangan.
Korban sipil terus bertambah
Laporan otoritas kesehatan Lebanon menambah panjang daftar korban dalam konflik yang masih berlangsung. Sejak kekerasan pecah pada Maret tahun lalu, jumlah korban jiwa di Lebanon disebut telah mencapai 2.491 orang, sedangkan korban luka naik menjadi 7.719 orang.
Angka tersebut menggambarkan dampak perang yang terus membesar bagi warga sipil. Di wilayah terdampak, ancaman serangan udara dan keterbatasan akses layanan darurat membuat situasi kemanusiaan semakin berat.
Gencatan senjata belum memberi rasa aman
Kesepakatan untuk menghentikan tembakan sebelumnya telah diperpanjang selama tiga minggu. Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut Israel dan Lebanon menyetujui perpanjangan itu setelah putaran kedua negosiasi tingkat tinggi di Gedung Putih.
Namun, perkembangan di lapangan tidak bergerak ke arah yang lebih aman. Pelanggaran militer tetap terjadi setiap hari selama masa yang seharusnya lebih tenang, sehingga gencatan senjata kembali tampak rapuh.
Tekanan besar bagi layanan kesehatan
Rangkaian serangan yang terus berlanjut juga memberi beban besar pada fasilitas kesehatan di Lebanon. Petugas medis tetap harus menangani korban di tengah kondisi yang sulit, sementara kerusakan infrastruktur ikut menghambat kemampuan respons terhadap keadaan darurat.
Situasi itu membuat warga yang tinggal di wilayah perbatasan berada dalam posisi paling rentan. Selain mengalami luka fisik, mereka juga menghadapi tekanan psikologis akibat serangan berulang dan rasa aman yang terus menurun.
Upaya diplomasi belum menghentikan serangan
Meski proses mediasi internasional masih berjalan, hasilnya belum cukup untuk menghentikan kekerasan. Pertemuan tingkat tinggi di Washington memang menghasilkan perpanjangan gencatan senjata, tetapi serangan tetap terjadi setelah kesepakatan diumumkan.
Kondisi ini menegaskan bahwa keputusan di meja perundingan belum otomatis membuat situasi di lapangan stabil. Selama pelanggaran terus terjadi, ancaman peningkatan eskalasi masih terbuka dan warga sipil tetap hidup dalam ketidakpastian.
Wilayah selatan Lebanon dan daerah perbatasan lainnya masih berada di bawah bayang-bayang konflik yang belum mereda. Selama serangan udara masih dilaporkan dan korban baru terus bermunculan, gencatan senjata Israel-Lebanon tetap sulit dipandang sebagai kondisi yang benar-benar aman.
Source: www.suara.com