Serangan Jarak Jauh Ukraina Mengejutkan Rusia, Drone Tembus Hingga Dekat Perm

Serangan drone Ukraina terhadap infrastruktur energi Rusia kembali menarik perhatian karena jangkauannya yang kini disebut menembus lebih dari 1.500 kilometer dari perbatasan. Sasaran yang dihantam kali ini adalah sebuah stasiun pemompaan minyak yang oleh Kyiv diklaim sebagai bagian penting dari jaringan logistik energi Rusia.

Presiden Volodymyr Zelenskiy menyoroti serangan itu sebagai bagian dari tekanan yang terus diarahkan ke kemampuan perang Moskow. Ia juga menampilkan video yang memperlihatkan asap hitam membubung dari lokasi yang diklaim sebagai target serangan Ukraina, sambil menegaskan bahwa jangkauan serangan akan terus diperbesar.

Sasarannya simpul penting minyak Rusia

Dinas keamanan Ukraina, SBU, menyatakan drone mereka menghantam stasiun pemompaan minyak milik Transneft di dekat kota Perm pada malam hari. Menurut SBU, fasilitas tersebut berfungsi sebagai simpul penting dalam jalur transportasi minyak Rusia.

Pihak Ukraina juga menjelaskan bahwa stasiun itu menyalurkan minyak ke empat arah, termasuk ke sebuah kilang di Perm. Dari sudut pandang Kyiv, target seperti ini tidak dipilih secara acak karena berkaitan langsung dengan aliran energi dan dukungan logistik yang menopang ekonomi perang Rusia.

Otoritas setempat di Rusia kemudian melaporkan adanya kebakaran di sebuah fasilitas industri. Namun, mereka tidak segera memberikan penjelasan rinci mengenai insiden tersebut, sehingga detail awal tetap bergantung pada keterangan dari pihak Ukraina dan laporan yang muncul setelah kejadian.

Tekanan ke sektor energi terus diperluas

Serangan ke fasilitas di dekat Perm muncul di tengah pola yang lebih luas, yakni meningkatnya tekanan Ukraina terhadap infrastruktur energi Rusia. Dalam beberapa pekan terakhir, Kyiv memang memperluas serangan ke kilang minyak, depot, dan pelabuhan di dalam wilayah Rusia.

Zelenskiy menilai serangan jarak jauh itu telah berdampak pada ekspor Rusia. Ia menyebut throughput di pelabuhan minyak Laut Baltik, Primorsk dan Ust-Luga, masing-masing turun 13% dan 43%, sementara di pelabuhan Laut Hitam Novorossiysk turun 38%.

Meski demikian, data dari sumber perdagangan dan estimasi Reuters menunjukkan Rusia masih mampu menjaga pengapalan minyak mentah dari pelabuhan-pelabuhan tersebut pada April setara dengan level Maret. Kondisi itu menunjukkan bahwa tekanan terhadap sektor energi Rusia berjalan kuat, tetapi alirannya belum sepenuhnya terputus.

Gelombang serangan tidak berhenti di satu titik

Pada hari yang sama, drone Ukraina juga memicu kebakaran besar di sebuah kilang minyak Rusia di pelabuhan Laut Hitam Tuapse. Itu menjadi serangan ketiga terhadap kilang tersebut dalam waktu kurang dari dua pekan, dan memperlihatkan bahwa target energi Rusia terus berada dalam jangkauan serangan berulang.

Rangkaian ini memperkuat kesan bahwa Ukraina tidak hanya menyasar satu fasilitas, melainkan membangun pola tekanan yang konsisten terhadap aset-aset strategis terkait minyak. Dari stasiun pemompaan hingga kilang dan pelabuhan, sasaran yang dipilih selalu berkaitan dengan rantai distribusi energi Rusia.

Kementerian Pertahanan Ukraina menyebut sejak invasi penuh Rusia dimulai pada 2022, jangkauan serangan Ukraina ke wilayah Rusia telah meningkat 170%. Pernyataan itu menegaskan bahwa pertempuran kini tidak hanya terjadi di garis depan, tetapi juga di dalam wilayah Rusia yang jauh dari zona tempur utama.

Pada Februari, drone Ukraina juga dilaporkan menghantam kilang Ukhta di wilayah Komi, sekitar 1.750 kilometer dari perbatasan Ukraina. Dengan deretan serangan seperti itu, Kyiv menunjukkan bahwa titik-titik penting dalam industri minyak Rusia tetap menjadi target utama, bahkan ketika lokasinya berada sangat jauh dari medan perang.

Exit mobile version