Ronald dela Rosa kembali menjadi pusat perhatian di Filipina setelah ia menyebut penangkapannya sudah dekat. Di saat yang sama, suasana di Gedung Senat Filipina justru memanas setelah suara tembakan terdengar dan memicu kepanikan di kompleks legislatif itu.
Ketegangan tersebut muncul ketika aparat keamanan dan militer terlihat memperketat pengawasan di sekitar Senat. Reuters melaporkan sejumlah orang diminta berlindung begitu suara tembakan terdengar pada Rabu (13/5/2026), sementara sumber pasti tembakan dan pihak yang melepaskannya belum diketahui.
Kondisi di lapangan ikut menimbulkan banyak tanda tanya karena lebih dari 10 personel militer berseragam loreng terlihat mendatangi area Senat. Sebagian dari mereka membawa senjata laras panjang, tetapi hingga laporan itu disampaikan belum ada penjelasan resmi mengenai alasan kehadiran pasukan tersebut.
Belum ada pula keterangan resmi dari otoritas militer mengenai situasi di lokasi saat itu. Kepastian soal keberadaan aparat keamanan lain di dalam gedung juga masih belum dijelaskan ketika suara tembakan terdengar.
Sekretaris Senat Mark Llandro Mendoza mengatakan belum ada laporan korban jiwa dari insiden tersebut. Ia menyebut situasi masih ditangani dan dinilai ulang setelah ada upaya aparat memasuki kompleks parlemen.
Di tengah suasana yang belum jelas, sorotan publik tetap mengarah pada Ronald dela Rosa. Mantan kepala Kepolisian Nasional Filipina itu dilaporkan sudah berada di kantor legislatifnya sejak awal pekan dan meminta para pendukungnya bergerak untuk mencegah penyerahannya ke Mahkamah Pidana Internasional atau ICC.
Dela Rosa berusia 64 tahun dan dikenal sebagai sosok penting dalam perang melawan narkoba pada masa Presiden Rodrigo Duterte. Ia pernah memimpin kepolisian Filipina saat operasi besar-besaran pemberantasan narkoba berlangsung, periode yang kemudian memicu kritik luas dari luar negeri.
Dalam masa itu, ribuan orang tewas dalam operasi anti-narkoba. Kelompok hak asasi manusia menuduh aparat melakukan pembunuhan sistematis dan menutup-nutupi kasus, sementara kepolisian membantah tudingan tersebut dan menyatakan para korban tewas karena melakukan perlawanan bersenjata.
Situasi terbaru di Senat Filipina membuat perhatian tertuju pada dua hal sekaligus, yakni asal suara tembakan dan langkah aparat dalam upaya penangkapan dela Rosa. Selama belum ada penjelasan resmi yang lebih tegas, kompleks parlemen itu tetap berada di bawah pengawasan ketat di tengah bayang-bayang kasus ICC.
Source: www.beritasatu.com




