Selisih jadwal sholat di Jawa Timur pada Minggu, 31 Mei 2026, tampak kecil di atas kertas, tetapi cukup penting untuk diperhatikan warga yang ingin menyesuaikan ibadah sesuai lokasi. Dari 38 kabupaten/kota yang tercantum dalam data Bimas Islam Kementerian Agama RI, waktu Subuh, Magrib, hingga Isya tidak seragam antardaerah.
Perbedaan itu muncul bahkan di wilayah yang berdekatan. Karena itu, pengecekan jadwal lokal tetap diperlukan agar waktu salat tidak meleset hanya karena mengacu pada daerah lain yang selisihnya beberapa menit.
Wilayah timur lebih awal, Pacitan cenderung paling akhir
Kabupaten Banyuwangi menjadi daerah yang paling awal memulai hari pada daftar tersebut. Imsak di wilayah ini jatuh pukul 03.59 WIB dan Subuh pukul 04.09 WIB.
Di kelompok wilayah timur dan selatan, sejumlah daerah lain juga termasuk yang lebih cepat. Bondowoso mencatat Subuh pukul 04.11 WIB, Jember pukul 04.12 WIB, Situbondo pukul 04.10 WIB, dan Lumajang berada di kisaran waktu yang sama.
Sebaliknya, Kabupaten Pacitan berada di ujung yang lebih lambat. Daerah ini mencatat Subuh pukul 04.22 WIB, Magrib pukul 17.27 WIB, dan Isya pukul 18.40 WIB, sehingga menjadi salah satu wilayah dengan waktu paling malam di Jawa Timur pada hari itu.
Daerah perkotaan juga punya selisih menit yang konsisten
Di Kota Surabaya, imsak tercatat pukul 04.05 WIB dan Subuh pukul 04.15 WIB. Waktu Magrib di kota ini jatuh pukul 17.22 WIB dan Isya pukul 18.35 WIB.
Kota Probolinggo memiliki pola yang sedikit lebih awal, dengan imsak pukul 04.03 WIB dan Subuh pukul 04.13 WIB. Kota Pasuruan berada dekat dengan itu, yakni imsak pukul 04.04 WIB, Subuh pukul 04.14 WIB, Magrib pukul 17.21 WIB, dan Isya pukul 18.34 WIB.
Kota Mojokerto dan Kota Malang sama-sama mencatat Subuh pukul 04.16 WIB. Bedanya, Kota Mojokerto menutup hari dengan Isya pukul 18.36 WIB, sedangkan Kota Malang pada 18.35 WIB.
Rentang pagi hingga malam yang paling menonjol
Beberapa wilayah lain menunjukkan pola yang berdekatan dalam jadwal salatnya. Kota Kediri, Kota Blitar, dan Kota Batu sama-sama berada pada rentang Subuh pukul 04.16 WIB sampai 04.18 WIB.
Kabupaten Jombang mencatat Subuh pukul 04.17 WIB. Kabupaten Kediri dan Kabupaten Blitar berada pada pukul 04.18 WIB, sedangkan Kabupaten Tuban mencatat Subuh pukul 04.17 WIB dan Isya pukul 18.38 WIB.
Kabupaten Nganjuk juga berada pada rentang serupa, dengan Isya pukul 18.38 WIB. Sementara itu, Kabupaten Bojonegoro mencatat Subuh pukul 04.18 WIB dan Isya pukul 18.39 WIB.
Kelompok waktu yang saling berdekatan
Di kawasan pesisir utara, Kabupaten Sumenep dan Kabupaten Situbondo sama-sama memulai imsak pukul 04.00 WIB. Sumenep mencatat Isya pukul 18.31 WIB, sedangkan Situbondo pada 18.30 WIB.
Kabupaten Gresik, Lamongan, dan Bangkalan juga menunjukkan pola yang mirip. Ketiganya berada di sekitar Subuh pukul 04.15 WIB, dengan Isya tercatat pada 18.36 WIB atau 18.37 WIB.
Kabupaten Sidoarjo tercatat dengan imsak pukul 04.05 WIB, Subuh pukul 04.15 WIB, dan Isya pukul 18.35 WIB. Pola ini menempatkannya tidak jauh dari Surabaya dan beberapa daerah lain di sekitarnya.
Waktu malam yang lebih panjang di beberapa daerah
Kabupaten Madiun menjadi salah satu wilayah dengan jadwal yang lebih malam. Daerah ini mencatat Subuh pukul 04.20 WIB dan Isya pukul 18.40 WIB.
Kabupaten Ngawi, Kabupaten Magetan, Kabupaten Ponorogo, dan Kabupaten Trenggalek juga masuk kelompok yang memulai pagi lebih akhir. Trenggalek dan Ponorogo sama-sama mencatat Subuh pukul 04.20 WIB, Magetan pukul 04.21 WIB, lalu Pacitan pada 04.22 WIB.
Di sisi malam, Ngawi dan Ponorogo menutup hari pada pukul 18.40 WIB. Kabupaten Madiun dan Ngawi sama-sama berada pada rentang Isya pukul 18.39 WIB hingga 18.40 WIB, sementara Kabupaten Magetan dan Pacitan juga termasuk yang paling lambat di bagian pagi.
Data tersebut memperlihatkan bahwa selisih antardaerah di Jawa Timur hanya beberapa menit, tetapi cukup menentukan saat warga menyiapkan ibadah. Karena itu, jadwal sholat yang paling tepat tetap perlu disesuaikan dengan lokasi masing-masing atau dicek melalui sumber resmi dan aplikasi jadwal sholat terpercaya di daerah setempat.
Source: www.detik.com




