Selisih Harga BBM Pertamina Makin Terasa, Dari FTZ Hingga Papua Tarifnya Berbeda Jauh

Perubahan harga BBM Pertamina kembali terasa luas karena penyesuaian tidak hanya muncul pada satu jenis bahan bakar, tetapi tersebar di banyak wilayah dengan angka yang berbeda-beda. Kondisi ini membuat konsumen perlu lebih cermat melihat tarif resmi di daerah masing-masing, terutama untuk produk nonsubsidi seperti Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex.

Meski begitu, harga BBM subsidi tetap tidak berubah. Pertalite masih berada di Rp 10.000 per liter dan Biosolar bertahan di Rp 6.800 per liter, sehingga penyesuaian yang terjadi kali ini lebih menonjol pada lini nonsubsidi.

Perbedaan harga terlihat jelas antarwilayah

Di banyak provinsi di Sumatera, harga Pertamax dipatok Rp 12.600 per liter. Untuk kelompok wilayah ini, Pertamax Turbo berada di Rp 19.850 per liter, Dexlite Rp 24.150 per liter, dan Pertamina Dex Rp 24.450 per liter.

Provinsi yang termasuk dalam kelompok itu antara lain Aceh, Sumatera Utara, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, dan Lampung. Di sisi lain, Sumatera Barat, Riau, dan Kepulauan Riau mencatat tarif yang sedikit lebih tinggi, dengan Pertamax Rp 12.900 per liter, Pertamax Turbo Rp 20.250 per liter, Dexlite Rp 24.450 per liter, serta Pertamina Dex Rp 24.950 per liter.

Pulau Jawa hingga Bali dan Nusa Tenggara ikut menyesuaikan

Di seluruh provinsi di Pulau Jawa, termasuk DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, dan Jawa Timur, harga Pertamax berada di Rp 12.300 per liter. Pada kelompok wilayah yang sama, Pertamax Turbo dijual Rp 19.400 per liter, sementara Pertamax Green 95 dipasarkan Rp 12.900 per liter.

Untuk varian diesel, Dexlite dibanderol Rp 23.600 per liter dan Pertamina Dex Rp 23.900 per liter. Harga yang relatif serupa juga berlaku di Bali dan Nusa Tenggara Barat, sehingga struktur tarif di kawasan tersebut terlihat cukup sejalan.

Khusus Nusa Tenggara Timur, harga yang berlaku berbeda dari sebagian wilayah lain. Pertamax tercatat Rp 12.600 per liter, Pertamax Turbo Rp 19.850 per liter, Dexlite Rp 24.150 per liter, dan Pertamina Dex Rp 24.450 per liter.

Kawasan timur dan Kalimantan juga mengalami penyesuaian

Di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Timur, Pertamax berada di Rp 12.600 per liter. Pertamax Turbo di wilayah itu tercatat Rp 19.850 per liter, sehingga penyesuaian harga nonsubsidi tetap terasa di kawasan tersebut.

Kalimantan Selatan dan Kalimantan Utara menunjukkan tarif yang lebih tinggi dibanding beberapa wilayah Kalimantan lainnya. Pertamax dijual Rp 12.900 per liter dan Dexlite berada di Rp 24.650 per liter, memperlihatkan selisih yang cukup jelas antarprovinsi.

Sulawesi, Maluku, dan Maluku Utara juga mengikuti pola serupa. Di wilayah ini, Pertamax berada di angka Rp 12.600 per liter, sedangkan Dexlite dijual Rp 24.150 per liter.

Untuk Papua dan Papua Barat, Pertamax Turbo dilaporkan sebesar Rp 24.450 per liter. Data itu menunjukkan bahwa penyesuaian harga BBM nonsubsidi tidak hanya terjadi di wilayah barat Indonesia, tetapi juga menjangkau kawasan timur.

Wilayah khusus memiliki skema berbeda

Di kawasan perdagangan bebas FTZ Sabang, Pertamax tercatat Rp 11.550 per liter dan Dexlite Rp 22.150 per liter. Sementara itu, di FTZ Batam, Pertamax berada di Rp 11.750 per liter dan Pertamax Turbo Rp 18.450 per liter.

Perbedaan tersebut menegaskan bahwa harga BBM Pertamina tidak seragam di semua tempat. Selain mekanisme penyesuaian berkala yang mengacu pada tren rata-rata publikasi minyak dunia seperti Argus atau Mean of Platts Singapore, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat juga ikut memengaruhi harga akhir.

Di samping itu, besaran tarif di tiap daerah turut dipengaruhi Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor atau PBBKB yang ditetapkan pemerintah daerah setempat. Karena itu, konsumen perlu memeriksa pembaruan harga melalui laman resmi Pertamina atau aplikasi MyPertamina agar dapat menyesuaikan kebutuhan bahan bakar dengan tarif yang berlaku di wilayah masing-masing.

Baca Juga

Back to top button