Seleksi Kurban Presiden Prabowo Memilih Sapi Bantul, Dua Ekor Menang Dari Sembilan Usulan

Bantul kembali mencuri perhatian lewat dua ekor sapinya yang berhasil masuk seleksi hewan kurban Presiden Prabowo Subianto untuk Iduladha 1447 Hijriah. Keberhasilan ini menegaskan bahwa daerah tersebut masih punya ternak unggulan yang mampu bersaing di penilaian paling ketat.

Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bantul memastikan kabar itu setelah tim gabungan Sekretariat Negara dan Pemerintah Provinsi DIY melakukan penilaian. Kepala DKPP Bantul, Joko Waluyo, menyebut sapi yang lolos berasal dari wilayah Kasihan dan Pleret.

Seleksi hanya menyisakan dua nama

Sebelum keputusan final keluar, Pemkab Bantul lebih dulu mengajukan sembilan ekor sapi unggulan untuk dipantau tim pusat. Dari sembilan kandidat itu, hanya dua yang akhirnya terpilih sebagai hewan kurban Presiden Prabowo.

Jenis sapi yang lolos belum diumumkan secara resmi. Namun, sapi-sapi yang diajukan memang masuk kategori unggulan dengan bobot rata-rata sekitar satu ton.

Menurut Joko, pemerintah daerah hanya bisa mengusulkan ternak terbaik. Keputusan akhir tetap berada di tangan tim seleksi pusat.

Kualitas ternak jadi pembeda

Lolosnya sapi dari Bantul memperlihatkan bahwa kualitas ternak menjadi faktor utama dalam seleksi tersebut. Sapi-sapi dari wilayah ini dinilai menarik karena dirawat dengan standar baik sehingga minim risiko penyakit.

Bantul tidak mengandalkan jumlah populasi sapi yang besar untuk bersaing. Daerah ini justru menonjol lewat bobot dan kesehatan ternaknya.

Bagi peternak lokal, capaian ini menjadi pengakuan atas kerja panjang mereka. Pembelian sapi oleh orang nomor satu di Indonesia dipandang sebagai bentuk penghargaan yang sangat bernilai bagi peternak rakyat.

Joko menilai kepercayaan pemerintah pusat menjadi bukti bahwa sapi Bantul sehat dan berkualitas. Ia berharap kabar ini bisa memacu semangat peternak untuk terus memelihara ternak dengan standar terbaik.

Rekam jejak yang terus berlanjut

Keberhasilan tahun ini juga menyambung catatan serupa pada tahun-tahun sebelumnya. Pada Iduladha 1445 H, Presiden Joko Widodo juga memilih sapi dari wilayah Pleret, Bantul.

Sapi tersebut merupakan jenis Peranakan Ongole atau PO dengan bobot 934 kilogram. Hewan itu milik peternak Zuli Nuryanto dan ikut mengangkat nama Bantul di tingkat nasional.

Rangkaian seleksi ini menunjukkan bahwa Bantul konsisten menghasilkan sapi unggulan untuk kurban presiden. Kondisi itu sekaligus memperkuat reputasi peternak di Bumi Projotamansari sebagai penghasil ternak sehat dan berbobot besar.

Exit mobile version