Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II di Jawa Tengah kini menjadi perhatian karena proyek ini dikebut agar siap dipakai pada tahun ajaran baru pada Juli mendatang. PT Adhi Karya (Persero) Tbk melalui ADHI Karya KSO menangani pekerjaan di enam lokasi yang tersebar di Kabupaten Jepara, Kabupaten Pati, Kabupaten Rembang, Kabupaten Sragen, Kabupaten Sukoharjo, dan Kota Semarang.
Skala proyek ini tergolong besar karena kapasitasnya disebut mampu menampung lebih dari 6.000 murid. Sekolah Rakyat dirancang sebagai kawasan pendidikan terpadu yang tidak hanya menyediakan ruang belajar, tetapi juga asrama, tempat ibadah, ruang makan, dan area olahraga dalam satu lingkungan.
Pengerjaan tersebar di enam titik
Penyebaran lokasi pembangunan membuat pengelolaan proyek menjadi lebih kompleks. Setiap titik memiliki kebutuhan teknis yang berbeda, sehingga koordinasi di lapangan menjadi bagian penting agar seluruh pekerjaan tetap bergerak sesuai target.
Kondisi tersebut membuat percepatan tidak bisa hanya mengandalkan aktivitas konstruksi semata. Dukungan terhadap akses kerja, kelancaran mobilisasi material, ketersediaan tenaga kerja, dan kesiapan infrastruktur pendukung ikut menentukan ritme penyelesaian proyek.
Sejumlah kendala teknis masih dipantau karena berpengaruh langsung pada kelancaran pelaksanaan di enam titik pembangunan itu. Karena itu, penanganan hambatan di lapangan menjadi fokus agar jadwal tidak bergeser.
Koordinasi dengan pemerintah ikut dipacu
Upaya percepatan juga dibahas dalam rapat koordinasi bersama Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo pada Senin (17/04). Forum itu menyoroti pentingnya penyelesaian hambatan teknis supaya setiap lokasi bisa dikebut tanpa menurunkan mutu pekerjaan.
Bagi ADHI, pembahasan tersebut menjadi bagian dari langkah menjaga sinkronisasi antara kebutuhan proyek dan target penggunaan pada tahun ajaran baru. Dengan koordinasi yang intensif, pekerjaan di lapangan diharapkan bisa terus bergerak di tengah berbagai tantangan teknis.
Komitmen pada mutu dan keselamatan
Corporate Secretary ADHI Rozi Sparta menegaskan perseroan berkomitmen penuh mendukung percepatan pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II. Ia menyampaikan bahwa penyelesaian proyek diupayakan tepat waktu, namun kualitas pekerjaan dan keselamatan kerja tetap menjadi perhatian utama.
Pendekatan itu menunjukkan bahwa target jadwal tidak berdiri sendiri. Dalam proyek pendidikan seperti ini, mutu bangunan dan keamanan pelaksanaan ikut diposisikan sebagai bagian dari hasil akhir yang harus dijaga.
ADHI melihat pembangunan Sekolah Rakyat sebagai kontribusi terhadap penyediaan fasilitas pendidikan yang layak dan modern. Proyek ini juga dipahami sebagai bagian dari dukungan perusahaan terhadap program prioritas pemerintah di bidang pendidikan.
Dukungan untuk akses pendidikan yang lebih luas
Di luar aspek fisik pembangunan, Sekolah Rakyat dipandang memiliki fungsi sosial yang lebih besar. Kehadiran fasilitas yang terintegrasi dinilai dapat membantu pemerataan layanan pendidikan di berbagai daerah melalui lingkungan belajar yang lebih lengkap.
Konsep kawasan pendidikan terpadu memberi ruang bagi siswa untuk menjalani aktivitas belajar dan tinggal dalam satu kawasan. Adanya asrama, tempat ibadah, ruang makan, dan area olahraga membuat fasilitas ini tidak berhenti pada bangunan kelas saja.
Model seperti itu menunjukkan bahwa kebutuhan pendidikan juga mencakup sarana penunjang yang menyatu dengan kehidupan sehari-hari siswa. Karena itu, proyek ini diarahkan untuk menghadirkan lingkungan yang lebih utuh bagi peserta didik di Jawa Tengah.
Dengan target rampung menjelang Juli mendatang, pekerjaan di enam lokasi tersebut terus dikebut melalui penanganan kendala teknis dan penguatan koordinasi lapangan. ADHI menyebut akan terus terlibat dalam pembangunan infrastruktur sosial yang memberi dampak langsung terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Source: koranbumn.com