Seattle tengah menyiapkan skenario lalu lintas yang jauh lebih berat dari hari biasa saat enam pertandingan Piala Dunia berlangsung di Lumen Field. Di pusat kota, ruang untuk mobil akan dipersempit, akses kendaraan dibatasi, dan arus penonton diarahkan sebanyak mungkin ke transportasi umum.
Dampaknya paling terasa di kawasan Pioneer Square, yang akan menjadi salah satu titik paling ketat pengaturannya. Larangan parkir diberlakukan sejak pukul dua pagi, lalu akses kendaraan ditutup total empat jam sebelum kick-off, sebelum akhirnya dibuka lagi setelah area stadion dinyatakan steril.
Situasi itu membuat mobil pribadi praktis tidak punya banyak tempat pada hari pertandingan. Pemerintah kota memilih memprioritaskan kelancaran perpindahan penonton sekaligus menekan kepadatan dan polusi di pusat kota.
Kereta diperkirakan penuh hingga dua jam
Dorongan terbesar datang untuk penggunaan transportasi umum, terutama kereta ringan. Peter Tomozawa, CEO komite penyelenggara setempat, menegaskan bahwa penonton tidak perlu datang dengan mobil dan diminta tiba lebih awal dari kebiasaan saat laga liga domestik.
Sound Transit juga sudah memberi peringatan keras soal tingginya beban stasiun kereta ringan. Walau frekuensi perjalanan ditambah, waktu tunggu tetap bisa mencapai dua jam karena kapasitas diperkirakan kewalahan menghadapi lonjakan massa.
Jalan tol dan proyek besar ikut terdampak
Efek turnamen tidak berhenti di area stadion. Pekerjaan infrastruktur di I-5, khususnya di Jembatan Ship Canal Interstate 5, dihentikan sementara agar arus lalu lintas tetap bergerak selama periode pertandingan.
Selama satu bulan, seluruh lajur jalan tol itu dibuka penuh untuk mengurangi potensi kemacetan di jalur penghubung antarkawasan. Langkah ini menunjukkan bahwa penyelenggaraan Piala Dunia ikut memaksa penyesuaian besar pada proyek yang biasanya berjalan normal.
Opsi lain disiapkan untuk warga dan penonton
Seattle juga menambah pilihan perjalanan di luar kereta dan mobil. Bus gratis akan beroperasi di sepanjang tepi laut sebagai alternatif tambahan, dengan layanan rutin mulai akhir Mei dan koneksi ke titik-titik penting seperti Pike Place Market hingga International District.
Di sisi lain, layanan feri negara bagian tidak menambah jadwal keberangkatan. Namun armada cadangan disiapkan untuk menghadapi gangguan teknis, sementara personel di terminal dan di kapal ikut ditambah agar alur penumpang tetap terjaga.
Penyesuaian juga menyentuh ruang publik
Perubahan terbesar di ruang publik terjadi pada nama stadion. Selama periode kompetisi, Lumen Field akan menggunakan nama Seattle Stadium untuk memenuhi regulasi komersial yang berlaku selama turnamen, seperti dikutip dari Axios.
Gubernur Bob Ferguson menyebut kedatangan dunia ke Seattle sebagai peluang besar bagi negara bagian dan kota. Pada saat yang sama, ia menilai ajang ini menuntut kesiapan sistem transportasi yang tidak biasa agar kota tetap bergerak.
Enam laga Piala Dunia di Seattle, yang dijadwalkan pada 15, 19, 24, 26 Juni, serta 1 dan 6 Juli, bukan hanya soal pertandingan di lapangan. Kota ini juga harus menjaga jalan raya, rel kereta, feri, dan pola mobilitas tetap berjalan di tengah lonjakan penonton yang diperkirakan datang dalam jumlah besar.
Source: www.suara.com