Persaingan Miss Aura International 2026 langsung terasa panas sejak sesi sashing ceremony digelar di Antalya, Turki. Dari 34 negara yang hadir, sejumlah finalis segera masuk radar perhatian karena tampil menonjol dalam balutan gaun bernuansa gold.
Nama dari Asia, Amerika Latin, hingga Eropa sama-sama ikut menguat di malam pembuka itu. Namun, perhatian publik Indonesia ikut tertuju pada Chevelyn Yang yang tampil totalitas dengan busana rancangan Anggi Rizky asal Medan.
Di antara nama yang paling cepat dibicarakan, Brasil muncul lewat Aline Biolchi. Ia disebut sebagai mega favorit dari Amerika Latin dan membuat posisi Brasil langsung berada di barisan depan dalam percakapan awal kompetisi.
Kolombia juga tak kalah menarik lewat Melanie Portocarrero. Tampil dengan gaun off shoulder, ia memberi kesan elegan sekaligus tegas di tengah para finalis yang sama-sama tampil glamor.
Wakil Indonesia Bawa Sentuhan Desainer Lokal
Chevelyn Yang menjadi salah satu figur yang menonjol bukan hanya karena pesonanya, tetapi juga karena pilihan busananya. Gaun rancangan Anggi Rizky asal Medan memberi sentuhan khas Indonesia yang membuat penampilannya terasa lebih kuat.
Kehadiran wakil Indonesia dalam daftar sorotan awal juga menambah antusiasme publik Tanah Air. Situasi ini menunjukkan bahwa panggung pembuka Miss Aura International 2026 langsung memberi ruang bagi Indonesia untuk diperhitungkan.
Asia dan Eropa Sama-Sama Punya Kartu Kuat
Selain Indonesia, Jepang ikut mengirim Anri Hayashi sebagai salah satu finalis yang dianggap kuat pada sesi sashing ceremony. Pesona anggunnya meninggalkan kesan yang mudah diingat dan mempertegas daya saing Asia di ajang ini.
Thailand juga membawa Assuntina Chusak dengan karakter penampilan yang disebut charming. Negara itu bahkan menaruh optimisme untuk kembali meraih kemenangan pada tahun ini.
Dari Eropa, Kamila Laskowska asal Polandia memilih gaya yang terlihat effortless. Ia mengenakan gaun strapless berwarna gold, dan kesan sederhana itu justru membuatnya tetap menonjol di tengah deretan finalis lain.
Filipina Tetap Jadi Nama yang Diperhitungkan
Filipina datang dengan modal kuat setelah sukses meraih kemenangan tahun lalu. Tahun ini, negara tersebut kembali mengandalkan Mariel Baltazar untuk menjaga tradisi positif di Miss Aura International.
Komposisi finalis yang tersebar dari berbagai wilayah membuat malam pembuka terasa lintas benua sejak awal. Nuansa gold yang dipilih untuk para peserta juga memberi kesan seragam, meski masing-masing tetap membawa karakter yang berbeda.
Sashing ceremony menjadi penanda resmi dimulainya kompetisi dan biasanya menjadi titik awal perubahan fokus publik. Setelah momen ini, perhatian akan bergeser pada konsistensi para finalis selama masa karantina yang dijadwalkan berlangsung sampai Jumat (22/5/2026), sebelum grand final digelar pada Sabtu (23/5/2026).
Source: www.idntimes.com




