Sarri Ubah Wajah Atalanta, Gaetano, Frattesi, dan Ricci Masuk Peta Baru Bergamo

Atalanta tampaknya tidak sekadar mencari pengganti di lini tengah, melainkan sedang menyiapkan ulang identitas permainan. Arah barunya jelas mengarah ke skuad yang lebih Italia, lebih muda, dan lebih siap langsung dipakai.

Perubahan itu menjadi semakin penting setelah Ederson dilepas ke Manchester United dengan nilai 45 juta. Dengan situasi tersebut, Atalanta kini hanya mengandalkan Pasalic dan kapten De Roon di sektor tengah, padahal beban kompetisi ke depan menuntut kedalaman yang jauh lebih baik.

Kondisi De Roon juga ikut mendorong urgensi itu. Gelandang asal Belanda tersebut akan berusia 35 tahun pada Maret, dan dinilai tidak realistis jika terus dipaksa menjadi starter dalam puluhan laga lagi, apalagi setelah juga tampil di Piala Dunia bersama Belanda.

Di Zingonia, Cristiano Giuntoli sudah mulai bekerja bersama Luca Percassi untuk menyusun ulang komposisi lini tengah. Tugas mereka tidak ringan, karena Atalanta setidaknya membutuhkan dua gelandang starter dan satu pelapis, dengan satu nama wajib berprofil regista sesuai kebutuhan Maurizio Sarri.

Arah rekrutmen yang lebih muda dan lebih Italia

Atalanta tetap memegang garis besar rekrutmen yang mengutamakan pemain millennial berusia di bawah 25 atau 26 tahun. Klub ingin sosok yang masih punya ruang berkembang, tetapi sudah cukup matang untuk langsung naik ke level tinggi.

Dari skema itu, nama Gaetano dari Cagliari mulai sering muncul dalam daftar pantauan. Selain dia, ada juga Vergara, produk akademi Napoli yang terus menanjak bersama Conte, sementara Da Cunha kabarnya cenderung bertahan di Como.

Nama-nama dari klub besar ikut masuk radar

Perhatian Atalanta tidak berhenti di pasar pemain muda dari klub menengah. Davide Frattesi dari Inter dan Samuele Ricci dari Milan juga masuk dalam kelompok pemain yang pernah dipantau pada musim-musim sebelumnya.

Selain itu, Ardon Jashari menjadi salah satu nama yang mendapat sorotan serius. Musim pertamanya di Italia tidak berjalan mulus bersama Milan, tetapi Atalanta melihat peluang kebangkitan pada gelandang Swiss berusia 24 tahun itu.

Jashari sendiri pernah menjadi target Atalanta pada 2024 saat masih membela Lucerna. Profilnya dianggap cocok dengan model investasi yang dicari klub, terutama karena jalur kebangkitannya dinilai mirip dengan skema De Ketelaere tiga tahun lalu.

Peran Sarri akan menentukan arah akhir

Seluruh rencana tersebut pada akhirnya tetap bergantung pada penilaian Maurizio Sarri. Ia diproyeksikan membawa perubahan taktik lewat 4-3-3, dan pola itu berpotensi menggeser banyak penilaian terhadap pemain yang ada sekarang.

Sejumlah nama yang belum tampil maksimal pada paruh kedua musim bersama Palladino, seperti Bellanova, Sulemana, dan Samardzic, masuk kelompok yang harus dievaluasi ulang. Scamacca juga berada di dalam daftar itu, meski ia masih membawa nilai penting setelah mencetak 14 gol.

Peluang untuk Daniel Maldini pun belum tertutup. Ia dipinjamkan ke Lazio pada Januari, dan di sana Sarri lebih sering memainkannya sebagai penyerang tengah ketimbang second striker karena kebutuhan tim.

Situasi itu membuka ruang bagi Maldini untuk mendapat peran baru di Bergamo. Sebelumnya, ia belum benar-benar maksimal dalam satu setengah tahun terakhir bersama “Gasp”, Juric, dan Palladino.

Efek lanjutan di pasar transfer

Pergerakan Atalanta juga berpotensi memicu transaksi silang dengan klub-klub besar lain di jalur A4. Inter mengincar Palestra, yang baru kembali dari masa pinjam di Cagliari dan dihargai 50 juta.

Di sisi lain, Milan sempat memburu Bellanova dan Scamacca, sementara nama Scamacca juga tetap menarik bagi Roma milik Gasperini. Dalam peta ini, Atalanta berusaha menjaga keseimbangan antara kebutuhan teknis, usia skuad, dan nilai pasar sambil menyiapkan tim yang lebih cocok untuk ide Sarri.

Source: sport.quotidiano.net

Baca Juga

Back to top button